logo


Gegara UU KPK Baru Diresmikan, Novel Baswedan Kepikiran untuk Undur Diri

Novel mengira bahwa pemerintah atau negara sudah tidak ingin lagi memberantas korupsi.

10 Desember 2020 20:29 WIB

Novel Baswedan
Novel Baswedan Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Diresmikannya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK ternyata sempat membuat penyidik senior Novel Baswedan berpikir untuk mengundurkan diri.

Novel merasa independensinya bakal terganggu oleh keberadaan UU KPK baru tersebut. Dia bahkan mengira negara sudah tak peduli dengan pemberantasan korupsi.

"Apakah saya pernah berpikir untuk keluar? Saya katakan iya, saya bahkan sejak pertama kali UU KPK yang baru diterapkan, saya sudah katakan, ini hampir tidak ada jalan lagi untuk bekerja dengan independen, bahkan dalam bahasa saya, saya mengira bahwa pemerintah atau negara sudah tidak ingin lagi memberantas korupsi. Oleh karena itu, saya pertimbangkan apakah saya akan tetap di KPK atau tidak," kata Novel dalam diskusi daring, Kamis (10/12).


Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan CSRT di Badan Informask Geospasial Mulai Diusut KPK

Novel menjelaskan persoalan mendasar mengenai independensi itu. Menurutnya, status pegawai KPK sebagai aparatur sipil negara (ASN) sama saja membuka peluang intervensi saat KPK bekerja.

"Salah satu hal yang paling mendasar adalah masalah independensi pegawai dan ini memang belum dieksekusi sekarang pegawai KPK belum masuk sebagai ASN, belum menjadi PNS gitu ya. Tetapi, apabila itu terjadi, peluang independensi menjadi tergerus. Saya yakinnya begitu," jelas Novel.

Menurut Novel, upaya intervensi sudah terjadi sejak status kepegawaian KPK belum menjadi ASN. Terlebih jika pembinaan karir pegawai lembaga antirasuah ditentukan oleh instansi lain.

"Bisa dibayangkan dalam keadaan sekarang pun intervensi atau gangguan begitu banyaknya, tapi ketika menjadi ASN, itu saya kira gangguan intervensinya lebih komprehensif. Saya merasakan langsung bahwa intervensi begitu banyak dan itu menyulitkan, bahwa ketika masalah pembinaan karier pegawai ditentukan lembaga lain di luar lembaga KPK, peluang intervensinya lebih luas," imbuhnya.

Hingga saat ini, Novel masih berupaya menjaga independensi KPK. Namun, ia tak menampik kemungkinan bahwa dirinya akan keluar dari KPK meski melalui banyak pertimbangan.

"Dan nanti pada saatnya, seandainya nanti benar-benar independensi itu betul-betul mengganggu, pilihannya saya kira saya akan memilih keluar, tapi saya akan melihat dulu dari pertimbangan lainnya," pungkasnya.

PP Muhammadiyah Tidak Ingin Tewasnya Pengikut Habib Rizieq Menutupi Kasus Korupsi

Halaman: 
Penulis : Iskandar