logo


PPP Tak Ingin Tewasnya Pengikut Habib Rizieq Jadi Komoditas Politik

PPP menyesalkan adanya peristiwa tersebut.

8 Desember 2020 16:26 WIB

Arsul Sani
Arsul Sani Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Enam anggota laskar FPI tewas dalam bentrok dengan aparat Polda Metro Jaya. PPP menyesalkan adanya peristiwa tersebut.

"Peristiwa apapun yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia patut kita sesalkan. Karenanya perlu diselediki secara mendalam dan independen," kata Sekjen PPP, Arsul Sani kepada wartawan, Selasa (8/12).

Arsul mendorong Komnas HAM untuk menyelidiki peristiwa tersebut.


CCTV di Lokasi Bentrok Polisi dan Laskar FPI Mati, Komisi V: Apakah Itu Hanya Pajangan Saja?

"PPP karenanya mendorong Komnas HAM yang memang juga memiliki mandat UU untuk melakukan penyelidikan terhadap peristiwa yang menyangkut hak dan kelangsungan hidup manusia khususnya warga negara untuk menjalankan kewenangan penyelidikannya secara independen dan tanpa prasangka baik kepada anggota Polri yang terlibat maupun anggota FPI yang menjadi korban dan juga mereka yang masih hidup dan terkait dengan peristiwa ini," lanjut Arsul.

"PPP ingin agar menyelesaikan peristiwa dalam jalur hukum menjadi jalan untuk menegakkan keadilan sebagaimana juga yang disuarakan ormas Islam seperti Muhammadiyah misalnya," lanjutnya.

Arsul tidak ingin peristiwa ini menjadi komoditas politik karena bisa menambah gadung situasi.

"Kami mengajak agar kejadian ini tidak menjadi komoditas politik yang justru menambah gaduhnya situasi sosial-kemasyarakatan kita. Kritik terhadap pemerintahan silakan terus dilakukan, karena ini negara demokrasi. Tetapi kritik tidak dengan cara-cara yang menumbuhkan kebencian antar golongan dan membelah masyarakat kita," kata Arsul.

PP Muhammadiyah Tidak Ingin Tewasnya Pengikut Habib Rizieq Menutupi Kasus Korupsi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata