logo


Sarasehan HIPMI Surakarta Bareng Gibran, Komitmen Ciptakan Pengusaha Tangguh

HIPMI Kota Surakarta mengadakan pertemuan dengan Calon Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, dan membahas mengenai potensi UMKM di Kota Solo

7 Desember 2020 13:32 WIB

Calon Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri sarasehan mengenai Arah Pembangunan dan Peran Pengusaha Muda Kota Solo bersama BPC HIPMI Kota Surakarta
Calon Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri sarasehan mengenai Arah Pembangunan dan Peran Pengusaha Muda Kota Solo bersama BPC HIPMI Kota Surakarta dok jitunews

SOLO, JITUNEWS.COM - BPC HIPMI Kota Surakarta mengadakan sarasehan mengenai Arah Pembangunan Dan Peran Pengusaha Muda Kota Solo Bersama Calon Walikota Kota Surakarta Periode 2021- 2026, Jumat (4/12/2020) malam di Ndalem Doyoatmajan, Penumping, Laweyan. Pertemuan tatap muka dengan jumlah terbatas tersebut banyak membahas mengenai sektor usaha yang harus bangkit dari akibat pandemi COVID 19.

Dalam pertemuan terbatas ini tampak hadir Guruh Adi selaku Ketua umum BPC HIPMI Solo yang didampingi jajaran Pengurus dan Presidium seperti Tito Adrianto, Rosanto Adi, Para mantan ketua umum dan senior HIPMI serta tamu undangan perwakilan organisasi lainnya seperti KNPI, JCI, YOT & YRP Kota Solo. Namun sayangnya dalam acara tersebut tidak dihadiri oleh calon walikota Bagyo Wahyono yang dikarenakan satu dan lain hal.

Kegiatan diawali dengan berkeliling rumah yang sudah berdiri kokoh sejak tahun 1860an yang sarat akan makna dan nilai historis Kota Solo.


Logistik Pencoblosan dan Prokes Covid-19  Harus Dipastikan Sampai di TPS

Dalam sambutannya, Ketum Guruh mengatakan, diperlukan adanya sinergi dan kolaborasi dari berbagai elemen dalam upaya pembangunan dan pengembangan kota solo untuk menciptakan pengusaha yang tangguh dan berdaya saing, sehingga ke depan pengusaha di kota solo dapat menjadi tuan rumah di kotanya sendiri.

Lanjut Guruh mengatakan, HIPMI selaku organisasi yang menaungi para pengusaha muda di kota Solo selalu membuka diri untuk berperan aktif dalam mengisi lini pembangunan demi mencapai kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini didukung dengan beraneka ragam latar belakang anggota HIPMI yang tersebar diberbagai organisasi dan komunitas serta memiliki peran strategis. Tentunya hal tersebut dapat menjadi salah satu modal utama yang dimiliki guna membantu pemerintah untuk saling bersinergi membangun Solo kota kita tercinta.

“HIPMI merupakan salah satu pihak yang mampu menangkap setiap isu yang membangun maupun menghambat lini pembangunan tersebut, maka dari itu kami memerlukan support dari pihak pemerintah dalam mengambil dan menentukan setiap arah kebijakan," ujar Guruh.

Guruh juga menyinggung permasalahan UMKM. Terdapat lebih dari 3.000 pelaku UMKM berbagai bidang yang tersebar di kota Solo, produknya bagus- bagus tapi kenapa hanya begitu-begitu saja.

"Nah ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita. Bagaimana UMKM kita kedepan memiliki daya saing, mampu menyerap tenaga kerja dan tentunya mampu menggerakkan roda perekonomian lebih cepat," tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Gibran. Ia mengatakan bahwa dirinya banyak menemukan potensi-potensi UMKM di Solo yang masih bisa dikembangkan.

"Salah satu contohnya di Baron ada supplier jajanan wedangan, ketika masa pandemi dapat meraup omzet Rp 15 juta/hari, namun caranya berdagangnya masih konvensional. Belum ada standart untuk higienitas, packaging masih biasa, dan lainnya. Bayangkan kalau packagingnya nanti diperbagus, standart produknya dinaikkan, pasti harga juga naik," kata Gibran.

Selain itu ia juga berencana meningkatkan soft skill dan hard skill anak-anak muda melalui terbentuknya ekosistem bisnis yang positif dan menjadikan UMKM naik kelas.

Ujian Pilkada Dalam Pengujian Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia