logo


Kehilangan Nagorno-Karabakh, Oposisi Armenia Desak PM Nikol Pashinyan Segera Mundur

Oposisi Armenia memperingatkan Nikol Pashinyan untuk segera mundur dari jabatan Perdana Menteri pada 8 Desember 2020

7 Desember 2020 12:45 WIB

PM Armenia Nikol Pashinyan
PM Armenia Nikol Pashinyan ctv news

YEREVAN, JITUNEWS.COM - Sejumlah pihak oposisi pemerintah Armenia pada Sabtu (5/12) telah memberi sebuah ultimatum kepada Perdana Menteri Nikol Pashinyan untuk segera mundur pada 8 Desember 2020 ini, untuk memenuhi permintaan rakyat Armenia.

Seperti diketahui, ribuan warga Armenia menggelar aksi protes di ibukota Yerevan, usai Pashinyan menandatangani kesepakatan gencatan senjata konflik Nagorno-Karabakh dengan pihak Azerbaijan dan Rusia. Perjanjian tersebut, membuat mereka harus menyerahkan wilayah Nagorno-Karabakh kepada pemerintah Azerbaijan.

Dilansir dari Anadolu Agency, Sejumlah pihak oposisi juga memberikan peringatan kepada Nikol Pashinyan bahwa kemungkinan gelombang aksi protes anti pemerintah akan semakin menjadi-jadi jika dirinya menolak untuk mengundurkan diri.


Hadapi Ancaman China, Jepang Gelar Latihan Militer Gabungan dengan Perancis dan AS

Hubungan Armenia dengan Azerbaijan telah mengalami ketegangan sejak tahun 1991 silam, dimana saat itu militer Armenia berhasil menduduki wilayah Nagorno-Karbakh, sebuah wilayah yang diakui oleh komunitas internasional sebagai teritorial Azerbaijan.

Konflik di wilayah tersebut kembali meletus pada 27 September 2020 lalu, dimana militer Armenia diduga melakukan sejumlah serangan terhadap militer Azerbaijan dan warga sipil, serta melanggar sejumlah perjanjian gencatan senjata.

Dalam konflik yang berlangsung selama 44 hari tersebut, Azerbaijan berhasil membebaskan sejumlah kota dan lebih dari 200 pemukiman dan desa dari pendudukan Armenia.

Pada 10 November, Rusia mendesak kedua negara bekas pecahan Uni Soviet tersebut untuk mengakhiri pertempuran dan menandatangani perjanjian gencatan senjata sebagai bagian dari upaya penyelesaian konflik.

Mantan Kepala Intel AS Tuding Empat Negara Ini Coba Curi Data Vaksin Covid-19 Lewat Serangan Siber

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia