logo


Mantan Kepala Intel AS Tuding Empat Negara Ini Coba Curi Data Vaksin Covid-19 Lewat Serangan Siber

Mantan Kepala Agen keamanan siber AS mengatakan bahwa serangan siber Rusia, China, Iran dan Korea Utara tidak hanya mengincar perusahaan pengembang vaksin COvid-19 saja, namun juga berupaya mengganggu rantai pasokan mereka.

7 Desember 2020 12:00 WIB

Vaksin Covid-19
Vaksin Covid-19 istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Mantan Kepala Keamanan Siber Nasional dan Agen Infrastruktur Keamanan AS (CISA) Chris Krebs, pada Minggu (6/12), mengatakan bahwa sejumlha pihak telah melakukan upaya pencurian kekayaan intelektual terkait vaksin Covid-19.

"Empat negara besar, Rusia, China, Iran dan Korea Utara...adalah negara-negara yang melakukan semacam aktivitas mata-mata atau spionase, yang mencoba mendapatkan kekayaan intelektual mengenai vaksin," kata Chris Krebs kepada CBS dikutip CNBC.

Ia juga mengatakan bahwa CISA mendeteksi bahwa serangan siber yang dilakukan oleh keempat negara tersebut tidak hanya mengincar data vaksin Covid-19 saja, namun juga akan mengganggu rantai pasokan vaksin Covid-19.


Usai Normalisasi Hubungan dengan Israel, Serangan Siber terhadap Uni Emirat Arab Meningkat

"Jadi, ini tidak hanya mengenai (kekayaan intelektual) Moderna dan sejumlah pengembang vaksin saja, namun juga rantai pasokan, jaringan pendistribusian dan insititusi kesehatan," tambahnya.

Sementara itu, perusahaan teknologi asal AS, IBM, pada pekan lalu melaporkan bahwa mereka telah menemukan sejumlah serangan siber yang mengincar fasilitas penyimpanan suplai vaksin Covid-19. Laporan tersebut membuat CISA mendesak sejumlah agen keamanan siber untuk segera melakukan kajian mengenai potensi serangan terhadap program vaksinasi AS.

Hadapi Ancaman China, Jepang Gelar Latihan Militer Gabungan dengan Perancis dan AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×