logo


Viral Video Gus Dur Bubarkan Kemensos: Tikusnya Sudah Menguasai Lumbung

"Karena departemen itu yang semestinya mengayomi rakyat ternyata korupsinya gede-gedean, sampai hari ini," jawab Gus Dur

7 Desember 2020 06:45 WIB

Presiden RI ke-4 Abdurahman Wahid (Gus Dur).
Presiden RI ke-4 Abdurahman Wahid (Gus Dur). Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Media sosial tengah diviralkan dengan beredarnya video Presiden  RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang hendak membubarkan Departemen Sosial (sebelum berubah nama menjadi Kemensos). Video tersebut menjadi sorotan publik usai Mensos Juliari Batubata terseret kasus korupsi.

Pada video tersebut, Gus Dur memberi alasan mengapa hendak membubarkan Departemen Sosial padahal departemen tersebut menaungi rakyat yang terpinggirkan.

"Satu yang masih jadi perdebatan sampai sekarang adaah ketika Gus Dur membubarkan Departemen Sosial dan Departemen Penerangan. Kalau Departemen Sosial dulu, apa alasan persisnya sementara banyak orang terlantar harus diayomi oleh departemen itu," tanya Andy F. Noya sebagai pemandu acara Kick Andy pada video tersebut yang dikutip, Senin (7/12/2020).


Edhy-Juliari Dicokok KPK, KAMI: Itu Bukti Revolusi Mental yang Didengung-dengungkan Telah Gagal

"Karena departemen itu yang semestinya mengayomi rakyat ternyata korupsinya gede-gedean, sampai hari ini," jawab Gus Dur.

Tokoh NU tersebut mengatakan bahwa banyak praktik korupsi di Departemen Sosial. Ia lantas mengibaratkan sebagai tikus yang menguasai lumbung.

"Memang, tapi karena tikusnya sudah menguasai lumbung," ujar Gus Dur dengan tegas.

Rekaman video tersebut menjadi viral usai diunggah kembali oleh akun
Facebook KH. Abdurrahman Wahid, Minggu (6/12/2020). Netizen pun langsung membanjiri kolom komentar di unggahan tersebut. Banyak yang takjub dengan perkataan Gus Dur yang saat ini menjadi kenyataan usai ditetapkannya Mensos Juliari Batubara sebagai tersangka korupsi bansos Covid-19.

Desak Jokowi Evalusi Kabinet Usai 2 Menteri Korupsi, Muhammadiyah: Kasihan Nasib Rakyat yang Semakin Berat

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati