logo


Edhy-Juliari Dicokok KPK, KAMI: Itu Bukti Revolusi Mental yang Didengung-dengungkan Telah Gagal

Din Syamsuddin menilai bahwa peluang korupsi pejabat negara dalam mengelola anggaran Covid-19 terbuka semenjak penerbitan UU Nomor 2 Tahun 2020

7 Desember 2020 05:45 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Din Syamsuddin mengaku prihatin dengan tertangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Menteri Sosial Juliari Batubara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, penangkapan dua menteri tersebut sudah menunjukkan bahwa revolusi mental yang selama ini digaungkan oleh Presiden Joko Widodo telah gagal.

"Hal itu membuktikan bahwa Revolusi Mental yang didengung-dengungkan telah gagal, karena korupsi masih merajalela di tubuh pemerintah. Adalah pengkhianatan besar terhadap rakyat, kala rakyat menderita Covid-19, justru dana bantuan sosial yang menjadi hak rakyat dikorupsi pejabat," kat Din dalam keterangan tertulis, Minggu (6/12/2020).

Din menilai bahwa peluang korupsi pejabat negara dalam mengelola anggaran Covid-19 terbuka semenjak penerbitan UU Nomor 2 Tahun 2020. Pasalnya, dalam UU tersebut terdapat imunitas pejabat dalam menangani pandemi Covid-19.


Juliari Batubara Jadi Tersangka Kasus Suap Bansos Covid-19, Iwan Fals: Brengsek...

"Inilah yang KAMI kritisi selama ini bahwa pemerintah tidak bersungguh-sungguh menanggulangi pandemi," ujarnya.

"Patut dicurigai kasus kedua menteri hanyalah puncak gunung es korupsi di negeri ini," lanjutnya.

Juliari Terima Jatah Rp 10 Ribu/Bansos, Anak Buah: Nggak Semua, Kan Tidak Wajib

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati