logo


Bahrain Tolak Komoditas Impor Israel yang Berasal dari Pemukiman Yahudi di Tepi Barat

Meski sudah menjalin hubungan diplomatik sepenuhnya dengan Israel, namun pemerintah Bahrain tetap tidak mengijinkan komoditas impor Israel yang diproduksi dari wilayah pemukiman Yahudi di Tepi Barat

6 Desember 2020 14:20 WIB

Pemukiman Yahudi di Jalur Gaza
Pemukiman Yahudi di Jalur Gaza istimewa

RIYAD, JITUNEWS.COM - Pemerintah Bahrain menegaskan bahwa mereka tidak akan mengijinkan komoditas impor yang berasal dari Israel diproduksi di wilayah pemukiman Yahudi yang ada di dalam wilayah Palestina.

Hal itu disampaikan usai Menteri Perdagangan, Industri dan Pariwisata Bahrain Zayed bin Rashid al-Zayani pada awal pekan lalu mengatakan bahwa pihaknya akan tetap menerima semua komoditas impor dari Israel, termasuk yang diproduksi di wilayah pemukiman Yahudi di Tepi Barat.

"Ada kesalahpahaman dari pernyataan Menteri (Zayed), dimana Kementerian tersebut tetap berdasar pada komitmen pemerintah Bahrain mengenai sikap patuh mereka terhadap resolusi PBB," kata seorang pejabat kementerian tersebut kepada BNA, dikutip dari Reuters.


Kanada Diminta Segera Bebaskan Petinggi Huawei, Beijing: Ia Tidak Bersalah

Seperti diketahui, pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat telah mendapat kecaman dari berbagai pihak internasional, termasuk PBB, mengingat wilayah tersebut adalah wilayah milik Palestina.

Sebelumnya, Bahrain dan Uni Emirat Arab telah melakukan normalisasi hubungan dengan Israel, dimana mereka sepakat untuk menjalin hubungan diplomatik dengan negara Yahudi tersebut, usai menandatangani perjanjian yang dimediasi oleh Amerika Serikat pada 15 September lalu.

Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Maliki mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif Al-Zayani, juga membantah pernyataan Menteri Perdagangan, Perindustrian dan Pariwisata Bahrain tersebut.

"Pernyataan tersebut...sangat bertentangan dengan dukungan Bahrain terhadap masalah Palestina," demikian pernyataan Kemenlu Palestina.

AS-Huawei Negosiasi Ekstradisi Meng Wanzhou, PM Kanada: Saya Tidak Akan Berkomentar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia