logo


Kanada Diminta Segera Bebaskan Petinggi Huawei, Beijing: Ia Tidak Bersalah

Juru bicara Kemenlu China mendesak Kanada untuk segera membebaskan Meng Wanzhou, salah satu petinggi Huawei

6 Desember 2020 13:14 WIB

CEO Huawei Meng Wanzhou
CEO Huawei Meng Wanzhou istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying menyebut bahwa Meng Wanzhou, salah satu petinggi Huawei yang ditahan oleh Kanada sejak Desember 2018 lalu, tidak bersalah. Oleh karena itu, Beijing mendesak Ottawa untuk segera membebaskannya dan mengijinkannya kembali ke China.

Menurut Chunying, penangkapan Meng tersebut adalah bagian dari kebijakan politik AS yang bertujuan untuk memperlambat perkembangan perusahaan-perusahaan teknologi China.

"Posisi China terkait kasus (Meng Wanzhou) ini sudah jelas, Ia tidak bersalah dan tidak melakukan satu pun tindak kejahatan seperti yang diklaim oleh Kanada dan AS," kata Hua Chunying dalam sebuah konferensi, dikutip Sputnik.


Trump Didesak Batalkan Penarikan Tentara AS dari Jerman, Berlin: Kami Sangat Senang

Pada Kamis lalu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa putri pendiri Huawei tersebut telah melakukan negosiasi dengan sejumlah pejabat Kementerian Hukum AS, terkait kemungkinan pemberian ampunan kepadanya sehingga ia dapat diekstradisi ke China dari Kanada.

Menurut laporan, Meng harus bersedia menyatakan bahwa dirinya, atas nama Huaweei, telah melanggar sanksi AS yang dijatuhkan kepada Iran.

Seperti diketahui, Kementerian Hukum AS sebelumnya menuding Meng Wanzhou telah melanggar kebijakan finansial AS karena melakukan transaksi dengan pemerintah Iran sebesar USD 100 juta, yang merupakan pelanggaran terhadap sanksi AS atas Iran. Meng kemudian ditangkap di Vancouver, Kanada, pada 1 Desember 2018.

Diduga Jadi Pengkhianat Negara, Ilmuwan Pakar Hypersonic asal Rusia Ditangkap

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia