logo


Azerbaijan Sebut 2,783 Tentaranya Tewas selama Konflik Nagorno-Karabakh

Konflik antara Azerbaijan dan Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh kembali meletus pada 27 September lalu dan berakhir dengan gencatan senjata pada 10 November 2020

4 Desember 2020 20:15 WIB

Sejumlah tank di Nagorno-Karabakh
Sejumlah tank di Nagorno-Karabakh istimewa

BAKU, JITUNEWS.COM - Pemerintah Azerbaijan pada Kamis (3/12) mengatakan bahwa 2,783 personil tentara mereka tewas dalam pertempuran dengan Armenia di kawasan Nagorno-Karabakh dimana lebih dari 100 personil prajuritnya hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

Sebagaimana diketahui, konflik di wilayah Nagorno-Karabakh meletus pada 27 September lalu dan berakhir dengan perjanjian gencatan senjata yang ditanda-tangani oleh Azerbaijan, Armenia dan Rusia pada 10 November.

Dengan perjanjian gencatan senjata tersebut, maka wilayah Nagorno-Karabakh yang sebelumnya dikuasai oleh etnis Armenia sejak tahun 1990-an, kini sudah kembali ke pangkuan Azerbaijan.


Iran Tak Akan Lakukan Serangan Balasan atas Kematian Ilmuwan Nuklirnya Sebelum Joe Biden Dilantik

Sementara itu, Armenia sejauh ini masih belum mengungkapkan berapa total korban jiwa yang jatuh dari pihak mereka, namun pada 14 November lalu seorang pejabat kementerian kesehatan mereka telah mengkonfirmasi jika setidaknya 2,317 tentara mereka telah tewas.

Pada awal pekan ini, Presiden Armenia Armen Sargsyan juga telah meminta bantuan dari Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu proses pemulangan sejumlah tentara Armenia yang hingga kini masih ditawan oleh Azerbaijan sejak meletusnya konflik Nagorno-Karabakh.

Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan pada 16 November juga mengatakan bahwa ratusan personil tentara Armenia yang diterjunkan ke dalam konflik tersebut hingga kini masih belum ditemukan.

"Kami berharap dapat menemukan beberapa dari mereka hidup-hidup. Kemarin, kami menemukan seorang tentara terluka yang sebelumnya berada di dalam daftar tentara yang telah gugur," kata Pashinyan dalam sebuah konferensi pers, dilansir dari Sputnik News, Senin (16/11).

Menlu Iran: Mengapa Negara Barat Dukung Terorisme Israel?

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia