logo


Iran Tak Akan Lakukan Serangan Balasan atas Kematian Ilmuwan Nuklirnya Sebelum Joe Biden Dilantik

Utusan khusus AS untuk Iran dan Venezuela memprediksi bahwa Teheran kemungkinan tidak akan melakukan serangan balasan sebelum Joe Biden dilantik

4 Desember 2020 18:44 WIB

Rudal Iran
Rudal Iran istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Perwakilan Khusus AS untuk Iran Elliot Abrams, mengatakan bahwa Teheran kemungkinan besar tidak akan melakukan serangan balasan atas kematian salah satu ilmuwan nuklir mereka sebelum Joe Biden resmi dilantik menjadi presiden AS pada bulan Januari 2021 mendatang, untuk menghindari sanksi yang lebih berat dari pemerintahan Donald Trump.

"Jika mereka ingin adanya pencabutan sanksi, mereka sudah tahu jika mereka perlu melakukan negosiasi usai 20 Januari 2021, dan sudah seharusnya ada dalam benak mereka jika mereka (Iran) tidak ingin menerima lagi (sanksi) tambahan yang dijatuhkan (oleh AS) saat ini hingga 20 Januari, sehingga hal itu membuat pencabutan sanksi menjadi lebih sulit," kata perwakilan khusus AS untuk Iran dan Venezuela tersebut, dikutip Reuters, Jumat (4/12).

Ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh tewas dalam sebuah serangan pada Jumat pekan lalu. Pemerintah Iran menuduh serangan tersebut dilakukan oleh agen mata-mata Israel Mossad.


Turki Ingin Konflik dengan AS soal Pembelian Sistem Pertahanan Udara S-400 Buatan Rusia Selesai

Pada pekan lalu, Abrams mengatakan bahwa Donald Trump berencana untuk memperketat sanksi terhadap Iran dalam sisa waktunya sebagai presiden AS dan mendesak Joe Biden untuk tetap melanjutkan tekanan AS terhadap proyek pengembangan nuklir Iran sehingga menurunkan potensi ancaman serangan nuklir di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, otoritas Israel telah memberikan peringatan bahwa Iran kemungkinan akan melakukan sejumlah serangan yang mengincar warga Yahudi, terutama yang tinggal di luar negeri.

"Dengan adanya sejumlah ancaman dari pihak Iran dan keterlibatan Iran dalam serangan teroris yang terjadi di sejumlah negara belakangan ini, kami khawatir jika Iran juga akan berupaya melakukan serangan terhadap warga Israel," kata Dewan Keamanan Nasional Israel dalam sebuah pernyataan tertulis.

Kepala Intelijen AS Sebut Beijing Ingin Kuasai Ekonomi, Teknologi dan Militer Dunia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia