logo


Turki Ingin Konflik dengan AS soal Pembelian Sistem Pertahanan Udara S-400 Buatan Rusia Selesai

Menteri Luar Negeri Turki mengatakan bahwa pihaknya berharap negosiasi dengan AS soal polemik pembelian sistem pertahanan udara Rusia, S-400, dapat tercapai, guna menghindari sanksi

4 Desember 2020 17:20 WIB

Sistem Rudal S-400
Sistem Rudal S-400 istimewa

ANKARA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Turki sangat berharap dapat menyelesaikan permasalahan mereka dengan Amerika Serikat terkait pembelian sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia, melalui sebuah negosiasi baik dengan pemerintahan Donald Trump ataupun Joe Biden. Hal tersebut perlu diupayakan agar mereka dapat terhindar dari sanksi yang kemungkinan besar akan dijatuhkan oleh Washington.

"Kami berharap pemerintahan (AS) saat ini atau pemerintahan yang baru siap untuk menyelesaikan seluruh permasalahan melalui dialog, tanpa adanya ancaman penjatuhan sanksi," kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dikutip Sputniknews.

Cavusoglu mengingatkan kembali jika isu terkait pembelian S-400 tersebut muncul pertama kali pada pemerintahan Barrack Obama, dimana saat itu Joe Biden menjabat sebagai wakil presiden. Setelah masa pemerintahan Obama berakhir, Turki sebenarnya masih melanjutkan proses negosiasi dengan pemerintahan Donald Trump, namun hingga kini kedua negara anggota NATO tersebut masih belum mencapai kesepakatan.


Otoritas Israel Sebut Warga Yahudi di Luar Negeri Bakal Jadi Target Serangan Iran

Ia menambahkan bahwa Turki bahkan sudah memberikan tawaran untuk diadakan sebuah forum bersama, melibatkan NATO dalam pembahasan mengenai penyesuaian peralatan tempur buatan Rusia tersebut dengan sistem pertahanan NATO. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh Washington.

Untuk diketahui, Turki terpaksa membeli sistem pertahanan udara buatan Rusia tersebut usai AS tidak mau menjual rudal Patriots mereka kepada Turki.

AS mengklaim jika S-400 buatan Rusia tersebut tidak cocok dengan sistem pertahanan yang digunakan oleh negara-negara anggota NATO, meskipun sistem pertahanan sebelumnya, yakni S-300, diketahui juga digunakan oleh Yunani dan sejumlah negara anggota NATO lainnya.

AS juga menyakini jika sistem pertahanan udara S-400 tersebut mampu mendeteksi pesawat tempur siluman buatannya, F-35, meskipun klaim tersebut sudah dibantah oleh Rusia.

Joe Biden Minta Dr Fauci Tetap Jadi Penasihat Kesehatan Gedung Putih

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia