logo


Iran Siap Lakukan Pertukaran Tahanan dan Tunggu AS Masuk ke Perjanjian Nuklir

Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pihaknya siap melakukan pertukaran tahanan dengan negara lain dan menyambut baik langkah AS masuk kembali ke perjanjian nuklir Iran 2015

3 Desember 2020 20:30 WIB

Tehran Times

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Iran Mohammed Javad Zarif mengatakan bahwa pihaknya siap melakukan pertukaran tahanan dengan negara lain usai pada pekan lalu mereka melakukan pertukaran tahanan seorang akademisi warga negara Inggris-Australia dengan tiga warga Iran yang ditahan di luar negeri.

"Kami dapat selalu terlibat dalam hal itu (pertukaran tahanan), ini kepentingan semua pihak," kata Zarif dikutip Reuters, Kamis (3/12).

"Iran siap untuk saling bertukar (tahanan). Kami dapat melakukannya besok. Kami juga dapat melakukannya hari ini," tambahnya.


CDC Prediksi Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di AS Bertambah Lebih dari 200 Ribu Selama Musim Dingin

Zarif juga mendesak Amerika Serikat untuk menunjukkan iktikad baik dengan kembali masuk ke dalam kesepakatan nuklir Iran 2015 atau JCPOA yang mana Donald Trump telah membuat AS keluar dari kesepakatan tersebut pada tahun 2018 lalu.

Ia juga mengatakan bahwa jika AS menghormati komitmen internasional mereka, Teheran juga akan mematuhi kesepakatan nuklir tersebut.

Sebelumnya, Presiden terpilih AS Joe Biden menyatakan siap membawa AS masuk ke dalam kesepakatan nuklir Iran, asalkan Teheran tidak melanggar aturan perjanjian JCPOA tersebut.

"Tentunya dengan berkonsultasi kepada sejumlah negara aliansi dan negara sahabat, kita akan melibatkan diri di dalam negosiasi dan mengikuti kesepakatan yang ada guna memperketat dan memperpanjang pembatasan pada (pengembangan) nuklir Iran, dan juga dengan program misil mereka," kata Biden.

Darurat Kesehatan, Joe Biden Desak Rakyat AS Tak Keluar Rumah saat Libur Natal

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia