logo


Hadapi Krisis Ekonomi, Lebanon Hanya Bisa Berharap pada Bantuan Internasional

Krisis politik dan ekonomi yang terjadi selama bertahun-tahun ditambah munculnya wabah Covid-19 dan insiden ledakan di pelauhan kota Beirut pada Agustus lalu benar-benar menghancurkan perekonomian Lebanon

3 Desember 2020 19:15 WIB

Kota Beirut yang hancur karena ledakan
Kota Beirut yang hancur karena ledakan istimewa

BEIRUT, JITUNEWS.COM - Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan bahwa bantuan internasional dalam bentuk apapun sangat penting bagi Lebanon, dalam proses pemulihan dari krisis ekonomi dan pembangunan kembali kota Beirut pasca insiden ledakan timbunan 2.700 ton ammonium nitrat yang tersimpan di pelabuhan kota tersebut pada Agustus lalu.

"Bantuan anda, ditengah memburuknya krisis, sangat penting bagi seluruh rakyat Lebanon dimanapun mereka berada. Bantuan anda sangat diperlukan, terlepas dari bagaimana cara pengiriman dan mekanisme yang akan digunakan, mengingat hal tersebut akan berada di bawah pengawasan anda dan PBB," kata Aoun dalam konferensi penggalangan bantuan bagi Lebanon yang diinisiasi oleh Perancis.

"Sangat penting untuk diingat bahwa Lebanon saat ini tengah melakukan pembicaraan dengan bank dunia mengenai rencana pengajuan hutang sebesar USD 246 juta untuk situasi darurat krisis Lebanon dan proyek jaring keamanan sosial sebagai respon dari situasi wabah Covid-19. Negosiasi tersebut akan selesai pada pekan ini. Kami berharap bank dunia menerima permohonan kami tersebut," tambahnya.


Jerman Mungkin Hanya Akan Menerima 7 Juta Dosis Vaksin Covid-19 pada Awal Tahun Depan

Ia juga mengatakan bahwa bantuan internasional tersebut juga akan didistribusikan kepada pengungsi Suriah yang ada di Lebanon.

Krisis perekonomian dan politik di Lebanon telah berlangsung selama beberapa tahun, dimana pada tahun 2019 lalu terjadi aksi protes besar-besaran yang memicu adanya pengunduran diri massal para pejabat pemerintahan.

Pmerintahan Lebanon baru yang dipimpin oleh Perdana Menteri Mustapha Adib juga telah mundur dua bulan usai insiden ledakan Beirut yang menewaskan lebih dari 200 jiwa, melukai ribuan lainnya dan meluluh lantakkan kota Beirut.

Hubungan AS-Iran Memanas, Donald Trump Tarik Belasan Diplomat AS dari Baghdad

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia