logo


Hubungan AS-Iran Memanas, Donald Trump Tarik Belasan Diplomat AS dari Baghdad

Presiden AS dikabarkan segera mengurangi jumlah diplomat AS yang bertugas di kantor Kedubes AS di Irak

3 Desember 2020 18:15 WIB

Kantor Kedutaan Besar AS di Baghdad
Kantor Kedutaan Besar AS di Baghdad istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Presiden AS Donald Trump dikabarkan akan segera menarik setengah dari diplomat AS yang bertugas di Kedutaan Besar AS di Baghdad usai ketegangan dengan Iran terus meningkat akibat tewasnya salah satu petinggi militer Iran, Qassem Solemani, pada awal Januari 2020 lalu. Hal tersebut dilaporkan oleh dua orang pejabat AS kepada Politico pada Rabu (2/12).

Pengurangan jumlah staf di kantor Kedubes AS tersebut rencananya bersifat sementara, namun dengan meningkatnya ketegangan yang terjadi dalam hubungan AS-Iran, masih belum diketahui kapan diplomat-diplomat tersebut akan kembali ditugaskan ke Baghdad.

Seperti diketahui, Irak seringkali menjadi medan pertempuran bagi AS dan Iran. Usai kematian Solemani, Iran melakukan serangan balasan kepada AS dengan meluncurkan sejumlah rudal ke pasukan AS yang bertugas di Irak.


PBB Perkirakan 20 Ribu Tentara Bayaran Saat Ini Masih Berada di Libya

Hubungan AS-Iran semakin memburuk usai salah satu ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh tewas dalam sebuah serangan yang terjadi pada Jumat pekan lalu.

Fakhrizadeh dilaporkan terbunuh oleh serangan senapan otomatis yang dikendalikan dari jarak jauh. Lembaga Tertinggi Keamanan Nasional Iran juga telah menuding agen intelijen Israel, Mossad, dan sebuah organisasi terlarang, Mujahidin Rakyat, terlibat dalam insiden pembunuhan Fakhrizadeh.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Politico pada Rabu, Kementerian Dalam Negeri AS tidak membantah bahwa pengurangan staf diplomat di Irak akan dilakukan.

"Kementerian Dalam Negeri secara kontinyu mengatur jumlah staf diplomatik pada kantor kedutaan besar dan konsulat AS di seluruh dunia sesuai dengan misinya, situasi keamanan setempat, situasi kesehatan, dan bahkan dengan hari raya," kata seorang pejabat kementerian tersebut yang tidak disebutkan namanya kepada Politico.

"Memastikan keamanan personil pemerintahan, masyarakat dan keamanan fasilitas AS, tetap menjadi prioritas tertinggi kami," tambahnya.

Sebelum laporan tersebut beredar, pada September lalu Donald Trump juga telah mempertimbangkan untuk menutup kantor Kedubes AS di Baghdad karena khawatir dengan situasi keamanan di Irak, terlebih dengan adanya serangan terhadap pasukan AS yang ditugaskan di negara tersebut.

Jerman Mungkin Hanya Akan Menerima 7 Juta Dosis Vaksin Covid-19 pada Awal Tahun Depan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia