logo


Habib Rizieq Siap Tes PCR Secara Berkala, PDIP: Hasilnya Lebih Baik Disampaikan

Menurutnya, menyampaikan hasil tes memang penting dilakukan.

3 Desember 2020 09:00 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo
Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo jitunews/Khairulanwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, menyatakan akan melakukan observasi kesehatan dan tes PCR secara berkala. PDIP meminta Rizieq menyampaikan hasil tesnya kepada publik.

"Hasilnya lebih baik untuk disampaikan kepada khalayak agar itu bisa terhindar dari kemungkinan kepada orang lain sehingga orang lain kemungkinan terpapar itu segera mengkonsolidasi diri dengan melakukan tes juga. Dengan terbuka otomatis membantu tracing bagi yang ketahuan siapa yang positif membantu proses pengendalian penyebarannya," kata Anggota Komisi IX Fraksi PDIP, Rahmad Handoyo kepada wartawan, Rabu (2/12).

Menurutnya, menyampaikan hasil tes memang penting dilakukan.


Disarankan Tim Medis Jalani Karantina, Rizieq: Ini Bukan Persoalan Covid atau Tidak

"Terkait dengan apa hasilnya itu terbuka atau tidak, seyogyanya memang kita mengedukasi, memberikan teladan kepada semua pihak apapun hasilnya, kalau negatif nggak ada soal, kalau positif itu perlu kita berikan kepada kolega kita, saudara kita, atau masyarakat yang pernah berinteraksi," jelasnya.

Rahmad mengatakan bahwa keterbukaan hasil tes bisa menyelamatkan diri sendiri dan orang lain yang pernah berinteraksi dengannya.

"Gunanya kalau ada transparansi ini tentu memberikan keterbukaan sehingga kalau dirinya positif sehingga juga menyelamatkan dirinya, juga menyelamatkan orang lain, orang-orang yang pernah berinteraksi, komunikasi, berhubungan dekat dengan yang dikatakan positif. Sehingga itu menjadi warning kepada orang lain agar lebih berhati-hati karena bila seseorang yang dinyatakan positif itu tentu yang pernah berinteraksi itu segera melakukan rapid test, swab test agar kita bisa mengendalikan, tidak semakin menjauh paparan penyebaran Covid-19 ini," jelasnya.

Meski begitu, rekam medis memang merupakan ranah pribadi. Rahmad menyebut bahwa terpapar virus corona bukanlah sebuah aib.

"Nah terkait kalau memang tidak mau bagaimana lagi, itu ranah privasi tidak mau membuka hasilnya kepada publik. Tapi perlu saya ingatkan bahwa seseorang yang terpapar positif itu bukan aib, ini adalah harus kita dorong, harus kita beri semangat bahwa Covid itu bukan aib, tapi adalah sebagai ujian sebagai umat manusia yang kita hadapi dengan kesabaran, kita ikuti petunjuk dokter dan kita ikuti petunjuk dari pemerintah dengan protokol kesehatan," katanya.

HRS: Mengkritik Pemerintahan yang Sah Itu Bukan Pemberontakan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata