logo


HRS: Mengkritik Pemerintahan yang Sah Itu Bukan Pemberontakan

Rizieq tidak membenarkan pemberontakan terhadap pemerintah yang sah.

3 Desember 2020 07:30 WIB

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab menegaskan ‘revolusi akhlak’ tidak bisa disamakan dengan pemberontakan.

“Jangan ada yang berpikir, revolusi akhlak itu, kalau dengar revolusi, itu revolusi bersenjata atau revolusi pemberontakan. Tidak betul,” ujar Rizieq dalam diskusi daring Dialog Nasional 100 Ulama dan Tokoh Bersama Imam Besar, disiarkan di akun Youtube Front TV, Rabu (2/12).

Rizieq lantas mengungkit pelajaran dari gurunya untuk mengutamakan kedamaian. Dia juga tidak membenarkan pemberontakan terhadap pemerintah yang sah.


Habib Rizieq Tak Penuhi Panggilan, Polisi Sebut Alasannya Tidak Patut

“Kami tidak boleh melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah, tidak boleh. Kalau sah, dan diterima masyarakat, suka atau tidak suka, adil atau tidak adil, kita mengakui ini pemerintahan,” jelasnya.

Menurutnya, kritikan akan selalu dilancarkan kepada pemerintah selama kebijakan tidak berpihak kepada rakyat. Rizieq juga mengingatkan bahwa suatu kritik tidak bisa diartikan sebagai pemberontakan maupun makar.

“Mengkritik pemerintahan yang sah itu bukan makar, bukan pemberontakan. Ini yang perlu saya jelaskan,” tegasnya.

Habib Rizieq Minta Maaf, Polisi: Penyidikannya Tetap Berjalan

Halaman: 
Penulis : Iskandar