logo


Haikal Hassan Tuding Benny Wenda Pemberontak dan Pemecah-belah NKRI

Presiden sementara Papua, Benny Wenda menegaskan wilayahnya tak akan tunduk terhadap hukum Indonesia.

3 Desember 2020 05:00 WIB

Ustadz Haikal Hasan
Ustadz Haikal Hasan youtube.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ustad Haikal Hassan menyoroti pernyataan Benny Wenda yang menyebut kehadiran Indonesia di Papua Barat adalah ilegal. Pria yang dekat dengan Habib Rizieq Shihab itu menilai ucapan Benny merupakan bentuk pemberontakan terhadap negara yang saat ini dipimpin Presiden Joko Widodo.

“’Dengan pengumuman ini, kehadiran negara Indonesia di Papua Barat adalah ilegal,’ kata presiden sementara Republik Papua Benny Wenda. Ini nyata pemberontakan. Ini nyata pecah-belah NKRI. Ini nyata makar terhadap negara,” cuit akun Twitter @haikal_hassan, dikutip pada Kamis (3/12).

Diketahui, Gerakan Persatuan Kemerdekaan Papua Barat (ULMWP) telah mendeklarasikan kemerdekaan Papua Barat. Benny Wenda, yang merupakan tokoh kemerdekaan Papua yang berada di pengasingan di Inggris, diangkat menjadi presiden sementara.


Minta Pemerintah Tak Anggap Remeh Deklarasi Benny Wanda, PKS: Kita Tak Ingin Papua Berakhir seperti Timor Timur

“Ini hari yang sangat penting bagi rakyat saya. Kami sekarang memulihkan kedaulatan kami dan pemerintah sementara kami di Papua Barat,” kata Benny Wenda.

Dengan berdirinya pemerintah sementara, Benny Wenda menegaskan tidak akan tunduk kepada Pemerintahan Indonesia.

“Dengan kemerdekaan ini, kami tidak mematuhi aturan dan hukum Indonesia yang diberlakukan kepada kami saat ini,” tegasnya.

Guru Besar UI: Pemerintahan Sementara Bentukan Benny Wenda Tidak Memiliki Dasar

Halaman: 
Penulis : Iskandar