logo


Inggris Tak Terima Joshua Wong, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong, Dipenjara

Aktivis dro-demokrasi Hong Kong, Joshua Wong, harus mendekam dipenjara selama 13 bulan usai dinyatakan bersalah karena telah mengorganisir aksi protes anti pemerintah Hong Kong pada tahun 2019 lalu

2 Desember 2020 20:00 WIB

Joshua Wong
Joshua Wong DW

HONG KONG, JITUNEWS.COM - Aktivis pro demokrasi Hong Kong, Joshua Wong, pada Rabu (2/12) dijatuhi hukuman penjara selama 13 bulan atas tindakannya menggalang aksi protes anti pemerintahan pada 2019 lalu.

Putusan hukuman terhadap aktivis 24 tahun tersebut muncul usai sejumlah kritik menyebut pemerintahan Hong Kong yang mendapat dukungan dari Beijing tengah meningkatkan intensitas perlakuan mereka terhadap pihak oposisi yang dinilai merusak demokrasi di bekas wilayah jajahan Inggris tersebut.

Wong dinyatakan bersalah atas tindakannya mengorganisir aksi protes yang berujung kerusuhan pada bulan Juni tahun lalu. Tindakan tersebut membuat dirinya terancam hukuman maksimal tiga tahun penjara.


Sistem Layanan Darurat 911 Mencapai Batas, Ambulan dan Paramedis AS Kewalahan Hadapi Gelombang Pasien Covid-19

"Saya tahu hari-hari mendatang akan lebih sulit. Namun kita akan tetap bertahan," kata WOng usai pembacaan putusan pengadilan dikutip Reuters.

"Ini bukan akhir dari perjuangan," kata Wong melalui tim kuasa hukumnya.

"Di depan kita saat ini adalah medan pertempuran yang lebih menantang. Kita sekarang bergabung ke dalam pertempuran di penjara, bersama dengan para pendemo pemberani lainnya. Kurang terlihat memang, namun ini sangat penting dalam perjuangan untuk demokrasi dan kebebasan Hong Kong," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengecam keputusan pemerintah Hong Kong yang menjatuhi hukuman penjara terhadap Joshua Wong. Ia mendesak pemerintah China Daratan dan Hong Kong untuk menghentikan tindakan sewenang-wenang mereka terhadap pihak oposisi pro demokrasi.

"Tuntutan hukum harus dilakukan secara adil dan tidak berpihak, serta hak dan kebebasan rakyat Hong Kong harus tetap dijunjung tinggi," ujar Raab.

Presiden Venezuela Siap Mundur Jika Oposisi Menang Pemilu Parlemen

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia