logo


Beijing Minta AS Cabut Sanksi Perusahaan China yang Kerja Sama dengan Pemerintah Venezuela

Pemerintah China menyebut sanksi AS terhadap perusahaan teknologi mereka yang bekerjasama dengan pemerintah Venezuela sebagai sanksi ilegal

2 Desember 2020 17:45 WIB

Bendera Venezuela
Bendera Venezuela istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi kepada perusahaan ekspor-impor elektronik nasional China (CEIEC) karena telah membantu pemerintah Venezuela, dan berjanji akan memblokir semua transaksi dengan perusahaan-perusahaan atau lembaga yang memiliki 50 persen atau lebih saham CEIEC.

Langkah AS tersebut tentu saja membuat geram pemerintah China.

Beijing menyebut sanksi terhadap CEIEC sebagai sanksi ilegal dan mendesak AS untuk mencabut pemblokiran transaksi tersebut. Beijing juga berjanji akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi semua kepentingan mereka.


Ilmuwan Nuklirnya Terbunuh, Iran Bakal Langgar Kesepakatan Nuklir?

Menurut AS, perusahaan tersebut telah membantu pemerintah Venezuela dalam pembatasan akses internet warga masyarakatnya. Sedangkan Beijing menegaskan bahwa perusahaan CEIEC hanya mendukung pemerintah Venezuela dalam mempertahankan kedaulatan mereka.

Menurut Kementerian Keuangan AS, perusahaan teknologi tersebut telah membantu upaya siber pemerintahan Nicolas Maduro sejak tahun 2017. Washington mengklaim bahwa Beijing juga menggunakan teknologi serupa yang mereka sebut sebagai "Great Firewall", guna mengendalikan informasi yang mengalir ke negara tersebut.

Seperti diketahui, Venezuela telah menjadi target sanksi Amerika Serikat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Sanksi AS semakin menjadi-jadi usai pada 2018 lalu mereka tidak mengakui hasil pilpres Venezuela yang memenangkan Nicolas Maduro.

Menurut Nicolas Maduro, AS dan negara aliansi mereka menggunakan sanksi tersebut sebagai upaya untuk menyingkirkannya dari kursi kepresidenan Venezuela dan mendapatkan akses kepada sejumlah aset nasional Venezuela seperti sumber minyak dan gas.

Dituduh Terlibat dalam Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran, Begini Komentar Arab Saudi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia