logo


Insiden Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran Belum Dapat Tanggapan dari Dewan Keamanan PBB

Sejumlah diplomat mengatakan bahwa Dewan Keamanan PBB sejauh ini masih belum mengeluarkan tanggapan atau mengambil tindakan atas insiden tewasnya ilmuwan Iran, meskipun Teheran sudah memintanya.

2 Desember 2020 15:55 WIB

Mohsen Fakhrizadeh
Mohsen Fakhrizadeh istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Beberapa jam usai terjadinya insiden serangan yang menewaskan salah satu ilmuwan nuklirnya, Mohsen Fakhrizadeh, pada Jumat pekan lalu, pemerintah Iran dikabarkan telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengeluarkan kecaman dan mengambil tindakan terhadap pihak yang bertanggung-jawab. Namun, sejumlah diplomat, yang tidak disebut namanya, mengatakan bahwa permintaan Iran tersebut tampaknya tidak mendapat respon.

Setidaknya, dibutuhkan 15 negara anggota jika permintaan soal pembahasan mengenai pembunuhan ilmuwan nuklir Iran tersebut disetujui oleh Dewan Keamanan PBB. Namun, menurut sejumlah diplomat, Dubes Afrika Selatan Jerry Matjila, yang pada Desember ini menjadi presiden DK PBB, pada Selasa mengatakan bahwa tidak ada satu pun negara anggota Dewan Keamanan PBB yang mengajukan permintaan untuk membahas insiden serangan tersebut.

Meski saat ini belum ada satu pun pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas insiden pembunuhan Fakhrizadeh tersebut, pemerintah Iran meyakini bahwa Israel lah yang menjadi otak dari aksi serangan tersebut. Sementara itu, pemerintah Israel hingga kini juga masih bungkam dan enggan berkomentar terhadap tudingan Iran tersebut.


China Bersedia Negosiasi dengan NATO, Asalkan...

Dilansir dari Reuters, Agnes Callamard, salah satu penyelidik HAM PBB pada Jumat akhir pekan lalu mengatakan bahwa serangan yang menewaskan Fakhrizadeh tersebut adalah "sebuah pelanggaran terhadap undang-undang HAM internasional".

Iran juga telah mengirimkan surat kepada Sekjend PBB Antonio Guterres terkait insiden tersebut. Namun, Guterres hanya meminta Iran untuk menahan diri untuk tidak melakukan aksi balasan yang meningkatkan ketegangan di kawasan. Guterres juga mengecam insiden tersebut mengingat serangan tersebut dilakukan di luar situasi perang.

Pihak Dewan Keamanan PBB rencanya akan menggelar pertemuan pada 22 Desember mendatang guna membahas mengenai resolusi kesepakatam nuklir Iran tahun 2015 antara komunitas internasional dengan Iran. Iran bisa saja membawa isu pembunuhan Fakhrizadeh dalam pertemuan tersebut.

Justin Trudeau Tak Akan Buka Perbatasan Kanada-AS hingga Covid-19 Sepenuhnya Terkendali

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia