logo


KPK Akan Libatkan Perbankan dan PPATK untuk Dalami Kasus Suap Edhy Prabowo

KPK Akan Libatkan Perbankan dan PPATK untuk Dalami Kasus Suap Edhy Prabowo

2 Desember 2020 14:41 WIB

Edhy Prabowo
Edhy Prabowo Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan menelusuri dan mengembangkan lebih lanjut aliran dana dalam kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster (benur) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2020.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan KPK akan mendalaminya dari keterangan-keterangan yang diberikan oleh para saksi.

“Terkait aliran dana dugaan suap, kami memastikan akan menelusuri dan mengembangkan lebih lanjut dalam proses penyidikan dan pengumpulan bukti berdasarkan keterangan para saksi yang akan dipanggil KPK," ujarnya di Jakarta, Rabu (2/12/2020).


Kelompok Pendukung Risma Bermunculan, Ini Komentar Wanita Emas

Ali menambahkan bahwa KPK juga akan melibatkan perbankan dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana dalam kasus yang melibatkan Menteri KKP Edhy Prabowo tersebut.

“KPK akan melibatkan pihak lain termasuk pihak perbankan maupun PPATK dalam penelusuran dugaan aliran dana dalam perkara tersebut," katanya.

Diketahui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Selain Edhy, KPK juga menetapkan enam tersangka lainnya, yakni staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Safri, staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Andreau Pribadi Misata, staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih, serta seorang bernama Amiril Mukminin.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK menangkap Edhy Prabowo dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (25/11/2020) dini hari.

Edhy ditangkap bersama istri dan sejumlah staf Kementerian Kelautan dan Perikanan sepulangnya dari kunjungan kerja di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat.

Mengharapkan Presiden Jokowi Menegur Ahok Adalah Sebuah Ilusi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar