logo


China Bersedia Negosiasi dengan NATO, Asalkan...

Juru bicara pemerintah China mengatakan bahwa kebijakan luar negeri China tidak didesain untuk menyerang atau mengintimidasi negara lain.

2 Desember 2020 15:15 WIB

Hua Chunying, juru bicara pemerintah China
Hua Chunying, juru bicara pemerintah China istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri China memberikan peringatan kepada NATO untuk menggunakan pengamatan yang rasional mengenai kebangkitan China beserta kebijakan luar negerinya. Meski begitu, Beijing menegaskan bahwa mereka bersedia untuk menggelar dialog dengan aliansi pertahanan Atlantik Utara tersebut berdasarkan asas saling menghormati.

"Saya harap NATO dapat membangun sebuah pandangan yang benar terhadap China dan mengambil pendekatan rasional terhadap perkembangan China beserta kebijakan luar negerinya. China bersedia melakukan dialog dan kerja sama dengan NATO berdasarkan asas kesamaan dan saling menghormati," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying dikutip Russia Today.

Ia juga mengatakan bahwa kebijakan nasional China murni defensif dan tidak berniat untuk memprovokasi negara lain.


Rusia Bersedia Kerja Sama dengan Pemerintahan Joe Biden, Jika...

"China tidak pernah terlibat dalam intimidasi atau diplomasi intimidasi. Sebaliknya, China adalah korban dari intimidasi dan diplomasi intimidasi itu sendiri," tambahnya.

Apa yang dimaksud oleh Chunying tersebut kemungkinan besar mengacu pada meningkatnya intervensi AS di Laut CHina Selatan, Laut China Timur dan Taiwan.

Sementara itu, seorang diplomat NATO melaporkan bahwa pihaknya saat ini tengah mengusulkan sebuah laporan NATO 2030 dimana hal tersebut bertujuan untuk melakukan reformasi dalam kelembagaan NATO yang memastikan bahwa aliansi tersebut tetap berada di depan China dan Rusia.

"China sudah bukan lagi rekan dagang yang ramah seperti yang diharapkan oleh negara-negara barat. Negara ini adalah sebuah kekuatan yang sedang bangkit dimana NATO harus beradaptasi dengan hal itu," kata seorang diplomat NATO yang tidak disebut namanya kepada Reuters.

Rusia Siapkan Sistem Pertahanan Canggih S-300V4 di Wilayah Perbatasan dengan Jepang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia