logo


IPN, Bentuk Kepedulian Freeport Akan Pendidikan di Papua

Institut Pertambangan Nemangkawi memiliki teknologi pelatihan pertambangan yang mumpuni

21 April 2015 13:04 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA  JITUNEWS.COM - Jika anda berkunjung ke Mimika, Papua, kurang afdol rasanya bila anda tidak menyambangi Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN). Untuk diketahui, IPN didirikan sebagai wujud kepedulian PT Freeport Indonesia menyediakan pelatihan dan pengembangan bagi orang-orang Papua yang ingin bekerja di Freeport.

Beberapa waktu lalu tepatnya hari Senin (20/4), tim Jitunews.com yang diawaki oleh Ali Hamid dan Vicky Anggriawan mendapatkan kesempatan untuk berkunjung langsung melihat-lihat suasana di IPN. Kami dibuat takjub dengan tekhnologi pelatihan yang dimiliki oleh IPN. Selain memiliki kendaraan berat yang digunakan untuk pelatihan, IPN juga memiliki simulator seluruh kendaraan yang digunakan di areal tambang Freeport.

Dengan tekhnologi yang dimiliki oleh IPN, masyarakat Papua yang ingin bekerja di Freeport tidak lagi kesulitan untuk dapat bekerja di Freeport. Cukup dengan mendaftarkan diri melalui dinas pendidikan yang ada di Papua atau bisa datang langsung ke IPN. Dan beruntungnya lagi, seluruh biaya pendidikan di IPN akan ditanggung oleh PT Freeport Indonesia.


Rini Sebut Divestasi 51% Saham Freeport Selesai Bulan Ini

General Superintendent IPN, Alfons Malentang mengungkapkan, sampai saat ini IPN sudah meluluskan sebanyak 3 ribu peserta didik, dan 1800 diantaranya sudah menjadi karyawan Freeport. Alfons berharap IPN dapat terus mendidik banyak masyarakat Papua yang ingin bekerja di Freeport agar masyarakat Papua bisa terus menikmati keberadaan Freeport.

"Kami berharap IPN bisa terus meningkatkan kualitasnya, dan menjadi lembaga pendidikan yang setara dengan universitas-universitas negeri," kata Alfons, Senin (20/4/2015).

Selain menyediakan calon-calon pekerja di Freeport, IPN juga memiliki komitmen yang tinggi untuk mencetak pemuda-pemuda Papua khususnya masyarakat Mimika agar menjadi praktisi yang ahli di bidang pertambangan. Untuk itu, IPN menjalin kerjasama dengan Universitas lainnya seperti Politeknik Negeri Semarang (Polines). Kerjasama dengan Polines membuahkan hasil yakni pembukaan pendidikan vokasi yaitu D3 manajemen di IPN. Tiap angkatannya, IPN membuka 24 peserta didik untuk program D3 dengan membebaskan biaya seluruh mahasiswanya. Tidak hanya gratis ternyata, IPN malah memberikan uang saku kepada seluruh peserta didiknya.

Sekilas Tentang IPN

IPN dimulai pada tahun 2003 dengan awalnya hanya 3 jurusan yaitu mekanik alat berat, operator, dan pekerja tambang bawah tanah. Pada tahun pertama, 170 peserta magang terdaftar dalam program-program ini. Namun sekarang, IPN menawarkan program pemagangan untuk lebih dari 20 kejuruan.

IPN menjadi pelopor pengembangan standarisasi tes-tes penilaian kerja di Papua. Diadaptasi khusus untuk tes-tes bakat dan kemampuan untuk pelatihan, tes-tes yang dilakukan di IPN langsung mengarahkan secara langsung ke program pemagangan atau pra pemagangan.

Dari data yang diterima Jitunews.com, belanja modal IPN sampai saat ini telah mencapai US$ 11,8 juta guna meningkatkan taraf pendidikan masyarakat di sekitar wilayah pertambangannya.

Hitung-hitungan Inalum, 2023 Puncak Pendapatan Freeport Indonesia Sebesar…

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan, Deni Muhtarudin
 
×
×