logo


Erdogan Khawatir Digitalisasi Picu Ketidakadilan dan Kesenjangan yang Jauh Lebih Besar

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa digitalisasi membawa sejumlah dampak buruk

1 Desember 2020 20:45 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Republika

ANKARA, JITUNEWS.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa (1/12) memberikan peringatan mengenai bahaya digitalisasi. Ia mengatakan bahwa digitalisasi dapat memicu terjadinya ketidakadilan yang lebih besar.

"Seiring dengan meluasnya digitalisasi kebebasan, seharusnya hal ini tidak memicu adanya kesenjangan, ketidakadilan, dan marjinalisasi baru," katanya saat membuka forum dunia TRT yang digelar secara virtual, dikutip Anadolu Agency.

Ia mengingatkan bahwa digitalisasi adalah sebuah area yang tidak ada kendali di dalamnya, bersifat terbuka dan diluar ranah undang-undang. Hal tersebut dapat menjadi lahan yang subur bagi pemahaman fasisme.


China Tak Sudi Minta Maaf kepada Australia soal Meme Tentara SAS dan Bocah Afghanistan

"Sebuah area yang sepenuhnya tidak dapat dikendalikan yang dihasilkan dari kebebasan yang tidak terbatas, dapat memicu adanya viktimisasi baru," tambahnya.

Ia memberikan contoh saat tentara Israel berupaya menarik paksa seorang warga Palestina yang terluka dari sebuah mobil ambulan di wilayah Tepi Barat, seperti yang diabadikan oleh fotografer Anadolu, hal tersebut tidak mendapat perhatian dari media internasional.

"Saat media membawa poster Islamophobia dan xenophobia, itu sangat memalukan," ujar Erdogan.

"Jika sikap tidak sopan yang ditunjukkan dibawah kebebasan pers tidak segera dihentikan, baik Eropa maupun seluruh umat manusia akan menderita," tukasnya.

Australia dan AS Segera Kembangkan Rudal Hypersonic, Lima Kali Lebih Cepat dari Kecepatan Suara

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia