logo


China Tak Sudi Minta Maaf kepada Australia soal Meme Tentara SAS dan Bocah Afghanistan

Juru bicara pemerintah China menyatakan bahwa Beijing tidak akan meminta maaf kepada Australia terkait postingan foto tentara Australia dan anak Afghanistan

1 Desember 2020 19:51 WIB

Hua Chunying, juru bicara pemerintah China
Hua Chunying, juru bicara pemerintah China istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Juru bicara pemerintah China menegaskan bahwa Beijing tidak akan meminta maaf kepada Australia untuk foto tentara Australia yang sedang menggenggam pisau sambil menyandera seorang anak Afghanistan, yang diposting ke media sosial oleh Zhao Lijian, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

Unggahan tersebut membuat Perdana Menteri Australia Scott Morrison marah dan mendesak pemerintah China untuk segera meminta maaf.

"Pihak Australia bereaksi terlalu berlebihan terhadap cuitan kolega saya," kata Hua Chunying, salah satu juru bicara pemerintah China dikutip Al Jazeera.


Indonesia, 'Medan Perang' Baru bagi Raksasa Teknologi China dan AS

"Apakah mereka pikir pembunuhan tanpa ampun terhadap warga sipil Afghanistan dibenarkan, namun kecaman terhadap kebrutalan yang mereka lakukan tidak diperbolehkan? Bukankah seharusnya pemerintah Australia merasa malu sejumlah tentaranya yang secara resmi ditugaskan di Afghanistan melakukan kekejaman tersebut?" tambahnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Australia juga sudah meminta Beijing dan Twitter untuk menghapus postingan tersebut. Ia mengatakan jika gambar hasil editan tersebut merupakan penghinaan terhadap pasukan militernya.

"Kami meminta postingan tersebut untuk segera dihapus dan kami juga telah menghubungi Twitter untuk segera menurunkan postingan tersebut," lanjutnya.

"Ini adalah foto palsu, dan merupakan sebuah penghinaan kepada pasukan pertahanan kami dan para personil yang telah mengabdi selama lebih dari seratus tahun," tukasnya.

China Beri Vaksin Covid-19 Buat Kim Jong-un dan Keluarganya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia