logo


KITA: Adzan Ajakan Jihad Tidak Sesuai dengan Kondisi Indonesia

Secara kontekstual ajakan jihad pada saat ini tentu sangat tidak tepat karena kita dalam suasana yang tenang damai

1 Desember 2020 18:48 WIB

Maman Imanulhaq
Maman Imanulhaq Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Viralnya video adzan yang menyelipkan lafaz ajakan berjihad ‘hayya alal jihad’ di media sosial dinilai tidak tepat karena Indonesia saat ini dalam kondisi yang tenang dan damai.

“Secara kontekstual ajakan jihad pada saat ini tentu sangat tidak tepat karena kita dalam suasana yang tenang damai, pemerintah kita pun adalah pemerintah yang memberikan kepada kita kebebasan untuk melaksanakan syariat Islam,” ujar Koordinator Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) KH Maman Imanulhaq di Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Bahkan, lanjut Maman, pemerintah saat ini juga men-support kegiatan-kegiatan keislaman termasuk di saat pandemi Covid-19.


Ajak Masyarakat Dukung Pariwisata Indonesia, KITA Kibarkan Bendera di Pulau Padar dan Dasar Laut Alor

“Pemerintah memberikan bantuan kepada Pesantren, kepada guru ngaji, kepada para Dai dan masyarakat secara keseluruhan. Ini menunjukkan bahwa pemerintah kita betul-betul sesuai dengan apa yang kita inginkan sebagai umat Islam,” jelasnya.

Dalam hal ini, Maman susunan kalimat adzan dan iqomat seharusnya tidak perlu dirubah dengan ajakan berjihad karena sudah bersifat tauqifi yang artinya susunan itu sudah dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

“Kecuali dalam beberapa kesempatan misalnya ketika ada angin besar ada sesuatu yang membahayakan maka di luar adzan dan iqomat itu seorang muadzin biasanya memberi tahu untuk salatlah di rumah masing-masing dan Itu bukan bagian dari adzan dan iqomat,” tuturnya.

Selain itu, Maman menyebut perspektif jihad pada hari ini bukan dengan melakukan perlawanan kepada pemerintah yang sah tetapi jihad pada konteks hari ini adalah bagaimana melawan kemiskinan dan melawan kebodohan.

Perspektif jihad saat ini juga bagaimana bergotong royong dalam melawan pandemi Covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan.

“Jihad pada hari ini adalah bagaimana kita disiplin mentaati protokol kesehatan physical distancing pakai masker karena begitu banyak orang yang hari ini kena covid termasuk Gubernur Anies dan wakil gubernurnya. Dan ada beberapa kyai pun meninggal dunia,” kata Maman.

“Ini menjadikan bukti bahwa covid itu nyata di depan kita dan hanya dengan kedisiplinan dan kebersamaan kita bisa menghadapinya bersama,” pungkasnya.

Luncurkan KITA RUPA, KITA Beri Wadah Ekspresi untuk Seniman Indonesia

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar