logo


Sudah Diputuskan, Begini Rincian Jatah Libur Akhir Tahun 2020

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengumumkan hasil rapat bersama sejumlah menteri lainnya terkait cuti atau libur akhir tahun.

1 Desember 2020 18:21 WIB

Muhadjir saat memimpin Rapat Koordinasi GNRM 2020-2024 yang diselenggarakan secara virtual bersama sejumlah menteri, Selasa (10/11).
Muhadjir saat memimpin Rapat Koordinasi GNRM 2020-2024 yang diselenggarakan secara virtual bersama sejumlah menteri, Selasa (10/11). Humas Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menko PMK Muhadjir Effendy mengumumkan bahwa libur akhir tahun 2020 ini tetap ada dan bahkan ditambah dengan libur pengganti hari raya Idul Fitri yang sebelumnya digeser dari bulan Mei lalu akibat pandemi Covid-19.

"Kita sudah bisa ambil keputusan bersama kementerian terkait. Ada Pak menpan, menag, mendagri, tenaker diwakili pak anwar sanusi, pak staf presiden pak Moeldoko," kata Muhadjir Effendy dalam konferensi pers usai menggelar Rapat Tingkat Menteri tentang tindak lanjut arahan Presiden soal cuti akhir tahun.

Ia merincikan bahwa libur Natal dimulai pada tanggal 24 hingga 27 Desember, dimana tanggal 26 dan 27 bertepatan dengan hari Sabtu dan Minggu. Kemudian libur pengganti Idul Fitri ditetapkan pada tanggal 31 Desember dan 2 Januari 2021.


Percepat Pembangunan Kesehatan Nasional, Menko PMK Kunjungi RSUD Dok II Jayapura

"Adapun liburnya, mulai tanggal 24 sampai 27 (Desember) adalah libur Natal. Tanggal 24 itu cuti bersama Natal, 25 itu Natalnya, dan 26 itu hari Sabtu, 27 itu hari Minggu. Kemudian 28, 29, 30 (Desember) tidak libur tetapi tetap kerja biasa. Baru kemudian 31 Desember itu adalah libur pengganti Idul Fitri, kemudian 1 Januari karena tahun baru, dan 2 Januari itu adalah Sabtu serta 3 Januari juga Minggu," rincinya.

Dengan demikian, lanjutnya, secara teknis akan ada pengurangan libur selama tiga hari, yakni pada tanggal 28 hingga 30 Desember. Menko Muhadjir juga mengatakan bahwa kesepakatan mengenai libur akhir tahun 2020 nantinya akan ditanda-tangani oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo bersama Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Menteri Agama Fakhrul Razi.

Saat ditanya oleh wartawan mengenai apakah jatah libur yang dikurangi tersebut akan diganti, Menko PMK menjawab:

"Dikurangi berarti tidak akan diganti. Dipangkas, dikurangi jadi tidak akan diganti," tegasnya.

Sementara itu, Sekjen Kemenaker Anwar Sanusi menambahkan bahwa kantor yang tetap memberlakukan cuti pada tanggal 28 hingga 30 Desember 2020 akan dipotong masa cuti, dan mekanismenya akan diserahkan pada kesepakatan antara pihak perusahaan dengan para pekerja.

"Kalau melakukan cuti bersama, berarti akan terpotong. Maka kita sudah kurangi cuti bersama, dengan demikian dia tdk akan berkurang dengan cuti itu. Kita akan kembalikan ini, kesepakatan pekerja dengan yang beri pekerjaan," kata Anwar.

Menko PMK Canangkan Pendirian Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Papua

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia