logo


Stabilkan Harga Minyak OPEC Setuju Potong Kapasitan Produksi hingga 9.7 Juta per Hari

Turunnya jumlah permintaan akibat krisis perekonomian yang terjadi sebagai dampak dari pandemi Covid-19, membuat harga minyak mentah dunia jatuh

1 Desember 2020 15:45 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sejumlah negara lain, salah satunya Rusia, sepakat untuk mengurangi produksi minyak mentah mereka hingga 9.7 juta barel per hari pada bulan April mendatang. Kesepakatan tersebut tercapai usai jumlah permintaan turun drastis yang membuat harga minyak mentah juga ikut turun akibat krisis ekonomi sebagai dampak dari situasi pandemi.

OPEC+ yang merupakan organisasi pengekspor minyak dengan jumlah anggota yang lebih banyak, yang meliputi negara anggota OPEC ditambah Rusia, Azerbaijan, Bahrain, Brunei, Kazakhstan, Malaysia, Mexico, Omaan, Sudan, dan Sudan Selatan, juga akan membahas mengenai hal tersebut pada pertemuan yang akan digelar pada pekan ini.

Pada kesepakatan sebelumnya, OPEC+ telah berencana untuk mengurangi produksi minyak mentah hingga 5.8 juta barel per hari yang akan dimulai pada 1 Januari 2021 mendatang. Namun, pemulihan perekonomian yang terjadi tidak sesuai dengan ekspektasi dimana situasi pandemi semakin memburuk.


Armenia Minta Bantuan Vladimir Putin dalam Pemulangan Tentaranya yang Ditahan Azerbaijan

"Tahun 2020 terus berlanjut menjadi tahun yang penuh dengan tantangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 dan mengindikasikan bahwa gelombang kedua wabah Covid-19 dan kebijakan lockdown yang kembali diberlakukan jelas menjadi pukulan telak terhadap tingkat permintaan global," kata Menteri ESDM Aljazair Abdelmadjid Attar dikutip Sputnik News, Selasa (1/12).

"Goncangan terhadap industri minyak yang terjadi selama tahun lalu sangat masif dan dampak negatifnya semakin parah dan tampaknya akan bertahan selama beberapa tahun mendatang," tambahnya.

Attar menambahkan bahwa kabar positif terkait pengembangan vaksin tampaknya masih belum cukup untuk memperbaiki ekspektasi, karena kemungkinan besar dampak positif pada perekonomian baru bisa dirasakan setidaknya pada kuartal kedua tahun 2021.

Pemerintah Inggris Sebut Tak Ada Kehidupan Normal bagi Warga yang Tak Ikut Vaksinasi Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia