logo


Minta Aparat Tangkap Aktor Pengubahan Azan, Muannas: Kalau Dibiarkan Berbahaya

Pengubahan azan menjadi hayya' alal jihad dinilai melecehkan sekaligus menistakan agama Islam.

1 Desember 2020 06:00 WIB

Muannas Alaidid
Muannas Alaidid Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid turut berkomentar mengenai viralnya video yang menampilkan sekelompok massa tengah mengumandangkan azan versi jihad.

Muannas meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak tinggal diam melihat adanya pengubahan azan menjadi hayya’ alal jihad. Dia juga berharap pihak kepolisian menindak tegas orang-orang yang terlibat dalam praktik tersebut.

"Usut sampai tuntas, siapa yang mengajarkan. Kalau perlu aktor intelektualnya ditangkap, begitu juga pelaku yang terlibat. Saatnya hukum harus ditegakkan. @DivHumas_Polri @MUIPusat," cuit akun @muannas_alaidid, dilihat pada Selasa (1/12).


Ungkap Satu Kesalahan Habib Rizieq, FPI: Beliau Terlalu Dicintai Umat Muslim Indonesia

Politisi PSI itu menjelaskan, tindakan tersebut sama saja melecehkan sekaligus menistakan agama Islam, seperti dimaksud dalam pasal 156 a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE.

"Azan adalah kebanggaan umat Islam, demi Allah saya terkejut liriknya telah diubah semua. Artinya, maknanya berubah. Mestinya umat Islam tidak terima, apalagi yang azan sebagian besar anak-anak, siapa yang ngajarin? Ini kalau dibiarkan berbahaya, bisa-bisa azan nanti berubah kalau tidak ada tindakan hukum," jelasnya.

PSI Tolak Kenaikan Gaji Anggota DPRD DKI

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×