logo


Honor Resmi Cerai dari Huawei, Begini Wejangan Ren Zhengfei

Pendiri Huawei, Ren Zhengfei berharap Honor dapat menjadi saingan terberat Huawei atau bahkan dapat mengalahkan mereka

30 November 2020 20:45 WIB

Bos Huawei Ren Zhengfei
Bos Huawei Ren Zhengfei istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Ren Zhengfei, pendiri perusahaan Huawei Technologies, berharap Honor dapat menjadi saingan terberat dari Huawei dalam persaingan pasar smartphone atau bahkan melampaui capaian Huawei di masa mendatang. Hal itu ia sampaikan saat pidatonya dalam pesta perpisahan Honor

"Jadilah pesaing terkuat dari Huawei di dunia, lampaui lah Huawei, dan 'kalahkan Huawei' sebagai motivasimu. Kita adalah kompetitor di masa depan," kata Ren dikutip South China Morning Post, Senin (30/11).

Seperti yang diketahui, Huawei telah mengumumkan bahwa saham anak perusahaannya, Honor, dijual kepada 30 perusahaan anggota distributor ponsel yang tergabung dipimpin oleh Digital China dan pemerintah daerah Shenzhen, senilai USD 15.2 miliar.


Posting Foto Editan soal Pasukan Khusus Australia, PM Australia Minta Beijing Segera Minta Maaf

"Setelah 'bercerai', kita harap untuk tidak terhubung kembali. Kita sudah dewasa. Kita harus menangani masalah secara terpisah, patuh terhadap aturan internasional dan mencapai tujuan kita masing-masing," tambahnya.

Menurut Ren, penjualan saham Honor tersebut dapat mengancam jutaan lapangan pekerjaan dan suplier Huawei yang beroperasi di 170 negara di dunia.

"Kami tidak dapat menarik orang-orang tak bersalah ini ke dalam perairan karena penderitaan kami sendiri. Setelah penjualan, Honor harus segera melanjutkan produksi dibawah kepemimpinan Zhixin, dan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada," lanjutnya.

Meski demikian, Ren Zhengfei memberikan peringatan jika Honor kemungkinan akan menghadapi masalah yang lebih besar daripada perusahaan smartphone kecil lainnya, mengingat mereka sebelumnya adalah bagian dari Huawei.

"Kami berharap perusahaan Honor yang baru akan memulai perjalanan baru dengan para pemegang saham, rekan, dan karyawannya. Kami menantikan Honor untuk terus membangun dunia yang lebih cerdas bagi kaum muda," tulis Huawei dalam sebuah siaran persnya, dikutip Sputnik News.

Kedapatan Langgar Aturan Perlindungan Data Swedia, Google Didenda USD 6 Juta

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia