logo


Posting Foto Editan soal Pasukan Khusus Australia, PM Australia Minta Beijing Segera Minta Maaf

Perdana Menteri Scott Morrison meminta China untuk segera meminta maaf karena telah memosting sebuah foto editan dimana seorang prajurit Australia tengah menyandera dan menodongkan pisau ke leher seorang anak Afghanistan.

30 November 2020 18:45 WIB

Gambar pasukan Asutralia yang diposting oleh juru bicara pemerintah China (kiri) dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison
Gambar pasukan Asutralia yang diposting oleh juru bicara pemerintah China (kiri) dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison dailymail

CANBERRA, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Australia Scott Morrison mendesak pemerintah China untuk segera meminta maaf kepada mereka usai memposting sebuah gambar editan dimana seorang pasukan SAS tengah memegang pisau yang ditodongkan ke leher seorang anak Afghanistan ke media sosial Twitter.

"Pemerintah China seharusnya malu dengan postingan ini. Postingan tersebut merusak citra baik mereka di mata dunia," kata Scott Morrison dalam sebuah konferensi pers yang digelar secara virtual.

"Australia meminta adanya permintaan maaf dari pemerintah dan kementerian luar negeri China terkait potingan tersebut," tambahnya.


Vaksin Covid-19 Bikin Harga Minyak Dunia Jatuh

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian telah memposting sebuah foto hasil editan pada Twitter, dimana foto tersebut merujuk pada tindak kejahatan perang yang telah dilakukan oleh sejumlah oknum pasukan khusus Australia saat bertugas di Afghanistan. Beberapa personil SAS terbukti bersalah usai membunuh dua anak-anak Afghanistan yang mereka duga sebagai simpatisan Taliban.

Scott Morrison juga mendesak pemerintah China dan pihak Twitter untuk segera menghapus postingan tersebut.

"Kami meminta postingan tersebut untuk segera dihapus dan kami juga telah menghubungi Twitter untuk segera menurunkan postingan tersebut," lanjutnya.

"Ini adalah foto palsu, dan merupakan sebuah penghinaan kepada pasukan pertahanan kami dan para personil yang telah mengabdi selama lebih dari seratus tahun," tukasnya.

Mulai September 2021, Perusahaan Telekomunikasi Inggris Dilarang Pasang Alat 5G buatan Huawei

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia