logo


Vaksin Bukan Senjata Pemungkas Covid-19, Menko PMK: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Vaksin itu bukan senjata pemungkas yang betul-betul memungkasi Covid-19 ini

30 November 2020 12:11 WIB

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah berencana segera mendistribusikan vaksin Covid-19 secepatnya pada Desember 2020 mendatang. Saat ini, pemerintah melakukan pengembangan vaksin melalui PT Bio Farma yang bekerja sama dengan perusahaan asal China Sinovac Biotech. Kemudian, pemerintah juga tengah mengembangkan vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh sejumlah institusi penelitian dan perguruan tinggi dalam negeri.

Untuk vaksin Covid-19 dari Sinovac, diketahui saat ini telah melalui uji klinis fase 3, dan sejauh ini aman dan tidak menunjukan efek samping. Sementara, vaksin Merah Putih masih melalui tahapan uji klinis. Rencananya, vaksin yang akan segera didistribusikan pemerintah adalah vaksin dari Sinovac yang telah mendapat predikat aman dalam pengujiannya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengkhawatirkan bahwa adanya vaksin menjadikan masyarakat lengah dan lalai dalam menjalankan protokol kesehatan. Dia berujar, kasus Covid-19 yang belakangan meningkat kemungkinan dipengaruhi oleh hal itu.


Sudah Pernah Kena Covid-19, Presiden Brazil Tak Mau Ikut Program Vaksinasi

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, pada Minggu (29/11), terdapat 6.267 kasus baru. Sampai saat ini, total kasus virus corona di Indonesia kini mencapai 534.266 orang. Karena itu, menurut dia, masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa telah adanya vaksin bukan berarti virus telah bisa dikendalikan.

"Yang penting sekarang menyadarkan kepada masyarakat bahwa yang namanya vaksin itu bukan senjata pemungkas yang betul-betul memungkasi Covid-19 ini," ujar Menko PMK saat menyampaikan pengantar dalam diskusi bertajuk 'Covid-19 dan Tantangan Masa Depan Indonesia', yang diselenggarakan oleh PB HMI secara daring, pada Minggu malam (29/11).

Menurut Menko PMK, hal yang terpenting yang perlu dilakukan untuk mencegah virus adalah kepatuhan terhadap protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

"Sebetulnya yang paling penting kembali kepada semula, yaitu disiplin masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan," ungkapnya.

Salah satu protokol kesehatan yang utama untuk pencegahan penularan virus, kata Muhadjir, adalah menghindari kerumunan di tempat tertutup dalam waktu yang lama. Apabila hal itu bisa dihindari, maka menurut dia, pencegahan penularan Covid-19 akan lebih mudah diatasi.

"Asalkan protokol lainnya juga dipatuhi. Pakai masker, cuci tangan juga," cetusnya.

Mantan Mendikbud ini mengutarakan, apabila berkumpul bersama-sama banyak orang dalam waktu yang lama di ruang tertutup dengan pendingin ruangan (air conditioner/AC) dan banyak yang berbicara, maka kemungkinan micro droplet bertebaran di udara dan terinkubasi dalam ruangan itu.

"Itu menurut saya justru di situ beberapa kasus terjadi adalah kluster kecil dari pertemuan tertutup yang sembrono yang tidak mau mematuhi protokol kesehatan itu," tandas Menko Muhadjir.

Rusia Sudah Mulai Program Vaksinasi Covid-19 Khusus untuk Tentara

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan
 
×
×