logo


Singgung Anies, Teddy Gusnaidi Sebut Istilah 'Otoriter Oposisi'

Point di buku yang dibaca Anies, semuanya menggambarkan sikap otoriter ‘oposisi’, bukan penguasa.

30 November 2020 05:30 WIB

Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi
Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi Twitter

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi mengatakan Anies Baswedan bisa memenangi Pilgub DKI Jakarta bukan karena kemampuannya.

“Anies Baswedan itu bukan karena kemampuannya dia, tapi karena memang saat itu kita paham sama-sama bahwa bagaimana jualan ayat, jualan mayat. Itu fakta,” kata Teddy saat menjadi narasumber di acara Dua Sisi tvOne.

Namun, pendapat Teddy itu mendapat bantahan dari politisi NasDem, Bestari Barus. “Anda menuduh itu, menuduh itu berarti ada 3,5 juta orang yang sedang Anda katakan bermain itu, bukan satu orang,” sahut Bestari.


Soal Pengganti Edhy Prabowo di Kursi Menteri, Fadli Zon: Tidak Harus dari Partai Politik

Diketahui, Anies Baswedan-Sandiaga Uno berhasil meraih kemenangan pada Pilgub DKI Jakarta putaran kedua pada 2017 lalu dengan 3.240.987 suara.

Teddy juga menyebarluaskan video perdebatannya dengan Bestari Barus melalui akun Twitternya, @TeddyGusnaidi pada Minggu (29/11). Dia menilai buku bacaan Anies mencerminkan sikap otoriter oposisi.

“Anies gagal menutupi bangkai. Uniknya di Indonesia, bukan penguasa yang otoriter, tapi ‘oposisi’ yang otoriter. Point di buku yang dibaca Anies, semuanya menggambarkan sikap otoriter ‘oposisi’, bukan penguasa,” jelasnya.

Dewan Syura PKB Minta Tim Bedas Kerja Keras Menangkan Dadang-Syahrul

Halaman: 
Penulis : Iskandar