logo


Kutuk Aksi Terorisme di Sigi, KITA Dukung Satgas Tinombala Berantas Kelompok Ali Kolara

Terjadi pembunuhan terhadap empat warga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah

29 November 2020 09:30 WIB

Maman Imanulhaq
Maman Imanulhaq Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) menanggapi peristiwa pembunuhan terhadap empat warga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Menurut KITA, peristiwa mengerikan tersebut melukai rasa kemanusiaan.

"Kemarin (28/11) kita semua terhenyak, menyaksikan kebiadaban orang-orang tidak bertanggung jawab, membunuh dengan sadis empat orang warga. Tak hanya itu, kelompok yang diduga berjumlah 10 orang itu juga membakar rumah ibadah Bala Keselamatan dan enam rumah lainnya. Kejadian mengerikan itu melukai rasa kemanusiaan, mengganggu kewarasan publik, karena dipertontonkan dengan aksi yang brutal yang tak terbayangkan," kata Ketua KITA, Maman Imanulhaq dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews, Minggu (29/11).

KITA mengutuk keras aksi kejahatan kemanusiaan yang bisa menciderai persatuan bangsa.


Kunjungi PCNU Karawang, Maman Imanulhaq: PKB Siapkan Generasi Jenius berbasis Pesantren

"KITA mengutuk keras aksi terorisme, aksi brutal, kejahatan kemanusiaan, yang menciderai persatuan dan kesatuan bangsa. KITA menyampaikan rasa kepiluan, rasa duka cita yang mendalam atas kematian seluruh korban tindak kebiadaban para terosis," ujarnya.

Maman ingin pelaku pembunuhan ditangkap dan dihukum berat. Menurutnya, jika peristiwa ini tidak diselesaikan secara hukum maka bisa memunculkan kejadian serupa lagi.

"Tangkap dan hukum seberat-beratnya para pelaku kejahatan kemanusiaan atas dasar apapun, dari kelompok manapun. Bila kejadian ini tidak terselesaikan di mata hukum, KITA menilai akan ada lagi kejadian-kejadian serupa karena upaya penegakan hukum tidak tuntas," ujarnya.

Maman menyebut aksi pembunuhan tersebut dilakukan oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

"Dari analisa yang dilakukan oleh KITA, melihat dari lokasi kejadian perkara dan sejumlah faktor-faktor lain, aksi brutal itu diduga dilakukan oleh sisa-sisa kelompok Santoso, Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, yang masih berkeliaran," bebernya.

KITA mendukung Satuan Tugas Operasi Tinombala untuk menumpasnya hingga ke akar. Ia mendorong aparat keamanan untuk fokus memberantas sel-sel teroris.

"KITA mendukung Satuan Tugas Operasi Tinombala yang operasinya diperpanjang hingga 31 Desember 2020, untuk menumpas hingga ke akar-akarnya MIT yang kini beralih kepemimpinanya ke ALI Kolara pasca kematian Santoso," katanya.

"KITA mendorong aparat keamanan TNI, Polri, BIN untuk tidak lengah dalam upayanya memberantas sel-sel teroris yang masih berkeliaran. Upaya itu diyakini bakal mencegah kejadian-kejadian serupa karena dapat mengurangi ruang gerak sel-sel teroris," lanjutnya.

Selain itu, semua elemen masyarakat harus bersatu untuk tetap menjaga persatuan dan toleransi. Hal itu bertujuan supaya terwujud keharmonisan.

"KITA mendorong segenap kekuatan bangsa, para tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk turut serta menjaga nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Menjaga toleransi antar umat beragama. Memberikan edukasi kepada publik mengenai nilai-nilai kesatuan, keharmonisan sebagai sesama anak bangsa, yang terlahir dari rahim yang sama, Ibu Pertiwi," tutup Maman.

Safari di Sukabumi, Maman Imanulhaq Minta Koalisi Bersih Menangkan Paslon Abu Bakar-Sirojudin

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata