logo


PDIP: Batalkan Visa Call untuk Israel

Hasanuddin menilai layanan calling visa memiliki tujuan yang bagus

28 November 2020 11:45 WIB

TB Hasanuddin.
TB Hasanuddin. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi I DPR, Tb Hasanuddin menanggapi langkah Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) yang kembali membuka pelayanan visa elektronik bagi orang asik subjek calling visa, termasuk kepada Israel.

Hasanuddin menilai layanan calling visa memiliki tujuan yang bagus. Namun, ia menyebut Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

"Layanan call visa ini mungkin tujuannya bagus, misalnya untuk menarik investor asing masuk ke Indonesia. Tapi harus diingat, Indonesia tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel," kata Hasanuddin dalam keterangannya, Sabtu (28/11).


Kepala Insinyur Riset Nuklirnya Dibunuh, Iran Bakal Balas Dendam

Menurut politikus PDIP ini, dibukanya visa call untuk Israel bertentangan dengan politik luar negeri Indonesia.

"Bila saat ini Indonesia membuka visa call untuk Israel dapat diartikan sebagai membuka hubungan diplomat dan ini bertentangan dengan politik luar negeri Indonesia," sebutnya.

Hasanuddin meminta agar visa call untuk Israel dibatalkan.

"Batalkan visa call untuk Israel atau tim penilai harus sangat selektif memutuskan visa call untuk Israel," ucap Hasanuddin.

Hasanuddin menyinggung soal cita-cita bangsa dalam Pembukaan UUD 1945 soal kemerdekaan adalah hak segala bangsa.

"Dari poin tersebut, para pendiri bangsa ini mendapat aspirasi pentingnya kemerdekaan Palestina. Tapi hingga kini kemerdekaan Palestina itu belum tercapai dan seluruh rakyat Indonesia punya tugas berpastisipasi memerdekakan Palestina," kata Hasanuddin.

Fadli Zon: Mengaktifkan Calling Visa untuk Israel Adalah Sebuah Pengkhianatan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata