logo


Edhy Prabowo Mundur dari Kursi Menteri, PSI: Penyegaran Kabinet Layak Dilakukan

Wacana reshuffle kabinet muncul usai Edhy Prabowo mengundurkan diri dari kursi Menteri Kelautan dan Perikanan karena ditangkap KPK.

28 November 2020 11:15 WIB

Joko Widodo-Ma\'ruf Amin bersama menteri kabinet
Joko Widodo-Ma'ruf Amin bersama menteri kabinet Instagram @jokowi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wacana reshuffle kabinet muncul usai Edhy Prabowo mengundurkan diri dari kursi Menteri Kelautan dan Perikanan karena ditangkap KPK.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyebut bahwa hal itu menjadi momen yang tepat untuk penyegaran kabinet.

"PSI berkeyakinan, penyegaran kabinet layak dilakukan. Nasib bangsa ini jauh lebih penting daripada dua atau tiga menteri yang tidak berkinerja baik," kata Wakil Sekjen PSI, Danik Eka Rahmaningtyas melalui keterangan tertulis, Jumat (27/11).


Sandiaga dan Fadli Zon Berpeluang Gantikan Edhy Prabowo, Pengamat: Harus Menutup Citra yang Jelek

Danik mengatakan bahwa pandemi Covid-19 bisa membawa Indonesia menghadapi krisis ekonomi. Maka dari itu, para menteri harusnya membantu Presiden Joko Widodo keluar dari krisis.

"Kecepatan dan ketepatan tindakan mereka diperlukan. Jika mereka lambat dan bertindak tidak tepat, potensi Indonesia masuk krisis akan lebih besar," ujarnya.

Danik mengatakan bahwa reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden.

"PSI menegaskan reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden. Jika itu dilakukan pasti dengan pertimbangan matang demi kebaikan dan keselamatan bangsa," jelas Danik.

Anggaran Sekretariat DPRD Naik Jadi Rp888,68 Miliar Diprotes, Denny Siregar: Semua Kenyang, Kecuali PSI

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata