logo


Minta Iran Tak Balas Dendam, PBB Khawatir Ketegangan di Timur Tengah Meningkat

PBB meminta Iran untuk tidak melakukan aksi balas dendam atas kematian Mohsen Fakhrizadeh

28 November 2020 15:30 WIB

Peneliti Nuklir Iran Mohsen Fakrizadeh
Peneliti Nuklir Iran Mohsen Fakrizadeh istimewa

TEHERAN, JITUNEWS.COM - PBB meminta Iran untuk menahan diri dan tidak membuat ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat, terlebih dengan insiden pembunuhan salah satu kepala tim riset program pengembangan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh oleh sekelompok orang tak dikenal pada Jumat (27/11).

"Kami telah menerima laporan jika seorang peneliti nuklir Iran telah dibunuh hari ini, tak jauh dari Teheran," kata wakil juru bicara Sekjen PBB Farhan Haq, dikutip Sputnik News.

"Kami meminta (Iran) untuk menahan diri dan perlu menghindari aksi yang dapat memicu meningkatnya ketegangan di kawasan," tambahnya.


Perusahaan Farmasi India Bakal Produksi 100 Juta Dosis Sputnik V per Tahun

Pemerintah Iran sendiri meyakini jika pembunuhan dilakukan oleh agen intelijen Israel, Mossad. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut bahwa adanya "indikasi serius peran Israel" dalam pembunuhan seorang peneliti nuklir tersebut.

Tuduhan tersebut mengacu pada pernyataan yang dilontarkan oleh Perdana Menteri Israel benjamin Netanyahu dalam konferensi pers pada tahun 2018 lalu, dimana ia menyebut Fakhrizadeh sebagai salah satu orang yang paling berbahaya bagi Israel saat berbicara mengenai arsip nuklir Iran.

Zarif mengatakan bahwa "sekali lagi, Iran adalah korban terorisme" dan meminta komunitas internasional untuk mengecam insiden pembunuhan Fakhrizadeh tersebut.

Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei bahkan berjanji akan melakukan aksi balas dendam kepada para pembunuh Fakhrizadeh.

Israel sendiri selama ini telah menuduh Iran secara diam-diam mengembangkan senjata nuklir, dan mereka menuding Fakhrizadeh telah mengepalai sebuah unit rahasia di bawah militer Iran terkait pengembangan senjata nuklir tersebut. Sementara itu, Iran berulang kali membantah jika program pengembangan nuklir mereka digunakan untuk mengembangkan persenjataan.

Kepala Insinyur Riset Nuklirnya Dibunuh, Iran Bakal Balas Dendam

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia