logo


Turki Tolak Sanksi dari Parlemen Uni Eropa

Parlemen Uni Eropa mendesak pemimpin Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi tegas kepada Turki usai Presiden Erdogan berkunjung ke Siprus Utara

27 November 2020 16:44 WIB

Presiden Turki Recep Tayyp Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyp Erdogan Ist

ANKARA, JITUNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri Turki menentang langkah Parlemen Uni Eropa yang akan menjatuhkan sanksi terhadap mereka usai Presiden Recep Tayyip Erdogan berkunjung ke Siprus Utara pada 15 November 2020 lalu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy menuding Parlemen Eropa tidak berniat menyelesaikan permasalahan Siprus.

"Jika pendekatan dan mentalitas ini terus dipertahankan, tidak mungkin Uni Eropa dalam memberikan kontribusi yang konstrukstif terhadap penyelesaian permasalahan Siprus," ujar Aksoy, dikutip Reuters.


Perancis Akui Nagorno-Karabakh sebagai Sebuah Negara, Begini Reaksi Azerbaijan

Sebagaimana diketahui, Siprus saat ini terpecah menjadi dua wilayah etnis sejak Turki menginvasi wilayah tersebut pada 1974 menyusul langkah Yunani. Etnis Turki menetap di Siprus Utara, sementara etnis Yunani di Siprus Selatan. Pemerintah Turki juga hanya mengakui Siprus Utara sebagai negara merdeka.

Pada Kamis, parlemen Uni Eropa telah sepakat untuk mendukung Siprus dengan meminta para pemimpin Uni Eropa untuk "mengambil tindakan dan menjatuhkan sanksi yang berat" terhadap Turki.

Turki sendiri belakangan ini juga tengah berselisih dengan Yunani dan Siprus usai pihak Ankara menggelar program eksplorasi migas di wilayah perairan Mediterania Timur

 

Wali Kota Moskow Sebut 50 Persen Warganya Sudah Kebal dari Virus Corona

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia