logo


Tak Usut Kasus Formula E, Dewi Tanjung Sebut KPK 'Komisi Perlindungan Kadrun'

Dewi menduga Gubernur Anies Baswedan punya keterlibatan soal raibnya dana untuk ajang balap mobil listrik tersebut.

27 November 2020 16:15 WIB

Dewi Tanjung
Dewi Tanjung tempo

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Politisi PDIP Dewi Tanjung menyesalkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terkesan tutup mata terhadap kasus fee Formula E sebesar Rp560 miliar di lingkup Pemprov DKI Jakarta. Dia menduga Gubernur Anies Baswedan punya keterlibatan soal raibnya dana untuk ajang balap mobil listrik tersebut.

Dewi menilai KPK sengaja melindungi Anies beserta jajarannya dari jerat hukum. Ia bahkan menyindir KPK merupakan kepanjangan dari Komisi Perlindungan Kadrun.

“KPK (Komisi Perlindungan Kadrun), faktanya KPK lemah dan buta tuli akan kasus di depan matanya. Yaitu adanya dugaan anggaran siluman di Pemprov DKI dan kasus Formula E yang mana itu menyeret Gubernur seiman Anies Baswedan dan kelompoknya yang bercokol di Balaikota,” cuit Dewi di akun Twitter @DTanjung15, dikutip pada Jumat (27/11).


Sepeda Mewah Edhy Prabowo Disita, KPK: Dibeli di Luar Negeri

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan tak ada dana yang hilang terkait ajang balap mobil listrik Formula E, meskipun batal diselenggarakan pada 2020. Pernyataan ini menyusul banyaknya pihak yang mempertanyakan commitment fee Formula E senilai Rp560 miliar.

"Kalau soal dana, itu tak hilang. Ini kan force majeure karena ada pandemi," kata Riza.

Teddy Gusnaidi Sebut Anies Baswedan Berperan Rusak Demokrasi

Halaman: 
Penulis : Iskandar