logo


Wali Kota Moskow Sebut 50 Persen Warganya Sudah Kebal dari Virus Corona

Wali Kota Moskow menyatakan bahwa 50 persen warga Moskow kebal dari Covid-19

27 November 2020 15:45 WIB

Musim dingin di Moskow
Musim dingin di Moskow TRT World

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Saat sejumlah kota besar di seluruh Eropa kini tengah berada di bawah aturan lockdown atau PSBB guna menekan laju penyebaran virus Covid-19, namun kota terbesar di daratan Eropa, Moskow, tidak memberlakukannya.

Pemerintah kota Moskow hanya memberlakukan pembatasan berskala mikro dengan terus meningkatkan kapasitas ruang perawatan. Pada Kamis (26/11), walikota Moskow Sergey Sobyanin bahkan mengatakan bahwa 50 persen warganya saat ini telah kebal terhadap infeksi Covid-19.

"Opsi yang dipilih untuk menekan laju penyebaran wabah adalah aturan pembatasan yang telah kami terapkan dan imunitas populasi, seperti yang telah dibahas oleh seluruh pakar kesehatan," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Rossiya 24.


Trump Bersedia Tinggalkan Gedung Putih Jika Joe Biden Ditetapkan Sebagai Pemenang Pilpres AS

Riset yang dilakukan di Moskow menjunjukkan bahwa 50 persen jumlah penduduk telah memiliki respon imun terhadap virus Corona.

"Ini menunjukkan bahwa secara teoritis 50 persen populasi kurang lebih telah terlindungi dari virus Corona, namun tidak ada yang menjamin mereka kebal terhadap penyakit lainnya," tambah Sobyanin.

Ia menambahkan bahwa dirinya tidak berencana untuk memperketat aturan pembatasan yang diberlakukan dalam waktu dekat ini.

Dilansir dari Russia Today, pada bulan Oktober lalu angka kematian akibat virus Covid-19 di Moskow diketahui mencapai 2,235 orang dimana jumlah tersebut tiga kali lipat lebih tinggi daripada bulan September. Sementara itu, diketahui ada kurang dari 13 juta orang yang tinggal di kawasan pusat kota Moskow, dan 20 juta lain tinggal di daerah metro.

Beberapa hari belakangan ini, lebih dari 6000 kasus baru terdeteksi di ibu kota Rusia tersebut dengan 1,700 orang saat ini tengah menjalani masa perawatan di rumah sakit.

Perancis Akui Nagorno-Karabakh sebagai Sebuah Negara, Begini Reaksi Azerbaijan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia