logo


Perancis Akui Nagorno-Karabakh sebagai Sebuah Negara, Begini Reaksi Azerbaijan

Kementerian Luar Negeri Azerbaijan memanggil Duta Besar Perancis untuk menyampaikan protes mereka

27 November 2020 14:45 WIB

Nagorno-Karabakh
Nagorno-Karabakh istimewa

BAKU, JITUNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri Azerbaijan pada Kamis (26/11) meminta Dubes Perancis untuk datang ke kantor mereka untuk menyampaikan protes mereka usai pemerintah Perancis mengakui Nagorno-Karabakh sebagai sebuah negara yang merdeka.

"Pada 26 November 2020, Dubes Perancis untuk Azerbaijan Zakari Gross dipanggil untuk datang ke kantor Kementerian Luar Negeri," kata Kemenlu Azerbaijan dalam pernyataan tertulis dikutip Anadolu Agency pada Jumat (27/11).

"Pada pertemuan tersebut, Kementerian Luar Negeri Republik Azerbaijan menyerahkan catatan mengenai protes mereka terhadap pernyataan Senat Perancis pada 25 November tahun ini yang mengakui Republik Nagorno-Karabakh," tambahnya.


Sudah Pernah Kena Covid-19, Presiden Brazil Tak Mau Ikut Program Vaksinasi

Kemenlu Azerbaijan menyebut tindakan Perancis tersebut bertentangan dengan norma dan prinsip hukum internasional, piagam PBB dan perjanjian Helsinki yang relevan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 1993.

Seperti diketahui, Azerbaijan dan Armenia terlibat konflik berdarah dalam sengketa wilayah Nagorno-Karabakh pada tahun 1990-an, dimana konflik tersebut berakhir dengan sebuah gencatan senjata. Kawasan yang berlokasi di dataran tinggi tersebut berada di dalam wilayah teritorial Azerbaijan, namun dikuasai oleh etnis Armenia yang tentunya didukung oleh pemerintah Armenia.

Konflik kedua negara bekas Uni Soviet tersebut kembali pecah pada 27 September lalu.

Trump Bersedia Tinggalkan Gedung Putih Jika Joe Biden Ditetapkan Sebagai Pemenang Pilpres AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia