logo


Resmi Jabat Ketum MUI, Miftachul Akhyar Ingatkan Ulama: Dakwah Itu Mengajak, Bukan Mengejek

KH Miftachul Akhyar dinyatakan resmi menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025.

27 November 2020 11:48 WIB

Miftachul Akhyar
Miftachul Akhyar Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - KH Miftachul Akhyar dinyatakan resmi menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025.

Miftachul mengatakan bahwa tugas ulama umumnya adalah berdakwah bukan mengejek.

"Tugas-tugas para ulama sebagaimana umumnya kita ketahui adalah berdakwah. Dakwah itu mengajak, bukan mengejek, sebagaimana yang kita ketahui," kata Miftachul Akhyar dalam pidatonya pada penutupan Munas MUI ke-10 yang disiarkan YouTube Wakil Presiden RI, Jumat (27/11).


Minta Ketua Umum MUI Terpilih Tak Rangkap Jabatan, Din Syamsuddin: Mudah Terkontaminasi Kepentingan Politik

"Merangkul, bukan memukul, menyayangi bukan menyaingi, mendidik bukan membidik, membina bukan menghina, mencari solusi bukan mencari simpati, membela bukan mencela. Tugas-tugas ini saya harapkan dalam periode perkhidmatan kita, ini akan mewarnai dalam kehidupan kita semuanya. Umat sedang menunggu apa langkah kita," lanjutnya.

Miftachul mengatakan bahwa dalam menyampaikan dakwah ulama harus mengedepankan kasih sayang.

"Imam Syafi'i pernah memberikan kriteria tentang ulama, seorang alim adalah semua urusannya, perilakunya, sepak terjangnya selalu berkesinambungan dengan agamanya. Semua ada dasar hukumnya, semua bukan karena ikut-ikutan, semua bukan karena situasi dan kondisi, tetapi semua itu ada bayyinah. Ini harapan Islam pada kita-kita, terutama para penanggung jawab keulamaan untuk memberikan pencerahan kepada umat. Mereka yang melihat umat dengan mata kasih sayang. Manakala menjadi sesuatu, mari cari penyebabnya, bukan hanya kita memvonis tanpa ada klarifikasi," jelasnya.

Miftachul mengarakan bahwa tidak ada orang yang sempurna dalam pemahaman Islam.

"Islam yang kita pahami selama ini mungkin hanya seperlima, tidak ada di dunia ini pun orang yang mengakui sempurna tentang Islam. Tentu akan tampak cantik kalau Islam ini kita artikan, kita jabarkan kepada umat sebagaimana Islam yang rahmatan lilalamin," kata Miftachul.

Tak Lagi Jadi Pengurus, Tengku Zulkarnain Minta MUI Kritis terhadap Kebijakan Pemerintah

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata