logo


Tak Lagi Jadi Pengurus, Tengku Zulkarnain Minta MUI Kritis terhadap Kebijakan Pemerintah

Tengku Zulkarnain mengaku akan fokus mengurus pesantren

27 November 2020 10:08 WIB

Wakil Wasekjen MUI, Ustadz Tengku Zulkarnain
Wakil Wasekjen MUI, Ustadz Tengku Zulkarnain Dakwatuna.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tengku Zulkarnain mengaku legowo tidak lagi masuk dalam kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada periode 2020-2025. Ia pun mengaku akan fokus ke pesantren dan dakwahnya.

"Kan harus ada regenerasi. Kalau saya merasa cukuplah. 10 tahun jadi wasekjen sudah cukup lama, apalagi saya kan tidak dari organisasi besar awalnya, seperti MUI dan Muhammadiyah," kata Tengku Zulkarnain seperti dilansir detikcom, Jumat (27/11/2020).

"Saya bisa konsentrasi ke yang lainlah, ngurus pesantren saya dan lain-lain, terus dakwah lagi dengan jemaah tablig bisa keliling dunia. Ini kan suatu kegembiraan besar juga bagi saya," sambungnya.


Minta MUI Akomodasi Seluruh Umat Islam, Din Syamsuddin: Tidak Baik Jika Dikuasai Satu Dua Organisasi

Tengku Zulkarnain mengaku tidak mempermasalahkan hasil fatwa dari Munas X tersebut. Namu, ia meminta agar MUI kritis terhadap kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

"Kalau fatwa kan terjaga MUI dari dulu ya, kan ada 50-an orang yang duduk dalam memutuskan fatwa itu, jadi fatwa tetap terjaga dari dulu, apalagi tiga tahun sekali ada ulama fatwa. Kalau fatwa, insyaallah nggak masalah. Cuma kita berharap ke depan MUI tetap kritis terhadap kebijakan pemrintah yang dianggap tidak pro rakyat, itu saja harapan saja," tuturnya.

Pemerintah Siapkan Materi Khutbah Jumat, Tengku Zulkarnain: Apa Sebenarnya Maksud Kalian?

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati