logo


Pengamat: Pengakuan Irjen Napoleon Bonaparte Harus Ditanggapi Serius

Napoleon buka-bukaan mengenai pengurusan red notice Djoko Tjandra dan menyebut nama Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dan Wakil Ketua DPR RI Bidang Politik dan Keamanan Azis Syamsuddin.

26 November 2020 14:52 WIB

Djoko Tjandra
Djoko Tjandra Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menanggapi pengungkapan Irjen Napoleon Bonaparte tentang dugaan peran Kabareskrim Komjen Listyo Sigit dan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

Menurutnya pengakuan Napoleon harus ditanggapi dengan serius dan ditindaklajuti.

“Pengakuan atau keterangan merupakan fakta persidangan sehingga harus ditindaklanjuti," ujar Suparji kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/11/2020).


Kelompok Pendukung Risma Bermunculan, Ini Komentar Wanita Emas

Dosen Fakultas Hukum Universitas Al Azhar ini menerangkan pentingnya fakta persidangan diungkap ke publik.

"Supaya terang benderang dan tidak terjadi fitnah maka perlu dipanggil (orang yang diungkap), kalau tidak dipanggil malah menimbulkan ketidakpastian hukum dan malah menimbulkan fitnah," tuturnya.

Dia menambahkan, jangan sampai masyarakat menilai apa yang dibeberkan Napoleon hanyalah karangan belaka.

"Apa yang disampaikan NP tentunya ada dasarnya, artinya kecil kemungkinan ngarang..agar jelas maka harus diuji kebenarannya," pungkasmya.

Sebelumnya Irjen Napoleon Bonaparte dihadirkan Jaksa Penuntut Umun sebagai saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, dimana Napoleon bersaksi untuk terdakwa Tommy Sumardi terkait perkara suap Djoko Tjandra.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sophan menanyakan kepada Napoleon ihwal awal perkenalannya dengan Tommy Sumardi, kemudian Napoleon mengatakan bahwa ia mengenal Tommy pada awal April 2020.

Dia dikenalkan oleh Brigjen Prasetijo Utomo selaku Kabiro Kordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri, juga di dalam persidangan itu, Napoleon buka-bukaan mengenai pengurusan red notice Djoko Tjandra dan menyebut nama Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dan Wakil Ketua DPR RI Bidang Politik dan Keamanan Azis Syamsuddin.

Mengharapkan Presiden Jokowi Menegur Ahok Adalah Sebuah Ilusi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar
 
×
×