logo


Diminta PA 212 untuk Dibubarkan, Politikus PDIP: Apa Dosanya PDIP?

Politikus PDIP, Trimedya Pandjaitan, menilai apa yang disampaikan oleh Ketum PDIP itu logis.

26 November 2020 11:47 WIB

Bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). JITUNEWS/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Persaudaraan Alumni (PA) 212 meminta PDIP dibubarkan terkait ucapan Megawati Soekarnoputri yang ingin sejarah Indonesia 1965 diluruskan.

Politikus PDIP, Trimedya Pandjaitan, menilai apa yang disampaikan oleh Ketum PDIP itu logis.

"Apa yang disampaikan Bu Mega itu kan logis. Itu menurut Ibu yang sebagai darah daging Bung Karno itu minta diluruskan, dan itu sebagai sesuatu yang fair. Toh juga di dalam buku-buku sejarah zaman saya SD dulu kan juga jelas bagaimana peran Bung Karno dalam membangun negara ini. Tapi kan pada saat era Soeharto banyak yang dimanipulasi," kata Trimedya kepada wartawan, Rabu (25/11).


Tak Yakin Karangan Bunga di Pangdam Jaya dari Rakyat, PA 212: Pengkondisian yang Sudah Basi

Trimedya menyebut bahwa PDIP adalah partai yang didirikan secara legal.

"Kalau katanya bubarkan PDIP ya apa dosanya PDIP? PDIP partai yang legal, didirikan legal. Aktanya ada, pendirinya ada. Bagi kami, yang kami harus ikuti adalah aturan hukum di negara ini. Jadi kalau itu nggak ada dasarnya," katanya.

Ia lalu menyinggung kemenangan PDIP dalam dua pemilu terakhir.

Rumah Rizieq Shihab Dijaga Ketat, FPI: Itu Memang Sudah Biasa

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata