logo


Ngaku Rugi Rp 380 Juta karena Ekspor Benih Lobster, Fahri Hamzah: Udah Setop, Kita Enggak Kuat

Fahri Hamzah sebut ada yang bermasalah dalam tata kelola ekspor benih lobster

26 November 2020 06:30 WIB

Fahri Hamzah
Fahri Hamzah Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Politikus Partai Gelora, Fahri Hamzah baru-baru ini membagi pengalamannya saat mendirikan perusahaan eksportir benih lobster. Dalam perjalanannya, ia mengaku rugi sebesar Rp 380 juta.

Fahri mengaku mendirikan perusahaan eksportir benih lobster usai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo membuka keran ekspor. Hal tersebut ia sampaikan dalam program Mata Najwa Trans 7 bertajuk 'Menteri Terjaring Lobster', Rabu (25/11/2020).

"Saya cek akta baru 2 Mei 2020, itu dua hari sebelum Permen (Peraturan Menteri) KKP soal kebijakan ekspor keluar?" tanya Najwa Shihab selaku pembawa acara.


Edhy Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka, Ngabalin: Ia Bukan Menteri Kaleng-kaleng

"Iya tapi diurusnya sudah lama, karena kita tahu kan keputuan akan keluar, kan ini public policy harus open dia. Harus terbuka," jawab Fahri Hamzah.

Fahri pun membeberkan pengalamannya saat pertama kali melakukan proses ekspor.

"Bulan Juli lalau kita harus belanja, belanja kan umurnya itu hanya dua sampai lima hari itu, harus segera dikirim kalau berubah warnanya harganya jatuh, kalau nelayan dia enggak ada rugi karena dia jual putus," ujarnya.

Bukannya untung, Fahri justru mengalami kerugian dari ekspor benih lobster tersebut. Pada pengiriman pertama ia rugi Rp200 juta, kemudian pada pengiriman kedua ia rugi Rp180 juta.

"Saya bilang udah setop, ini pasti ada masalah di tata kelolanya begitu. Sejak Juli, Agustus, September, Oktober, November, sekarang ini sudah nggak ada operasi, karena menurut saya kalau diteruskan tentu kta enggak kuat dari mana uang kita," tuturnya.

Edhy Prabowo Korupsi saat Pandemi, MUI: Apa Tidak Punya Hati Nurani?

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati