logo


Edhy Prabowo Korupsi saat Pandemi, MUI: Apa Tidak Punya Hati Nurani?

MUI sebut praktik KKN di Indonesia sudah semakin ganas

26 November 2020 06:00 WIB

Anwar Abbas
Anwar Abbas Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengaku heran dengan pejabat negara yang tega melakukan tindak korupsi di tengah pandemi Covid-19. Hal tersebut ia sampaikan sebagai bentuk respon ditetapkannya Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap ekspor benih lobster.

"Apakah mereka tidak punya hati nurani? Karena di tengah negeri ini dilanda wabah Covid-19 di mana negara sangat membutuhkan dana yang besar untuk membantu dan menolong orang-orang sakit dan termiskinkan oleh pandemi," kata Anwar dalam keterangan resminya, Rabu (25/11/2020).

"Mereka dengan tega mencuri dan mengambil uang negata untuk memperkaya diri dan kelompok serta relasinya," sambungnya.


Istri Edhy Prabowo Dibebaskan Meski Terjaring OTT, KPK Beberkan Alasannya

Anwar menilai bahwa praktik korupsi di Indonesia sudah semakin ganas. Ia pun mempertanyakan soal reformasi 1998 yang bertekad memberantas praktik korupsi.

"Kalau praktik KKN ini tidak bisa kita atasi maka pertanyaannya mau ke mana negeri ini? Bukankah kita dulu melakukan reformasi di tahun 1998 karena kita sudah muak dengan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) sehingga kita sudah bertekad untuk memberantas sampai ke akarnya," lanjutnya.

Edhy Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka, Ngabalin: Ia Bukan Menteri Kaleng-kaleng

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati