logo


Edhy Prabowo Dicokok KPK, Tamat Sudah Cita-cita Prabowo Subianto Jadi Presiden

Tak hanya itu, Arief menilai penangkapan Edhy akan berimbas pada elektabilitas partai.

25 November 2020 19:36 WIB

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi Partai Gerindra Arief Poyuono menilai penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh KPK membuat cita-cita Prabowo Subianto menjadi presiden harus berakhir.

"Dengan ditangkapnya Edhy Prabowo maka tamat sudah cita-cita Prabowo jadi presiden Indonesia. Serta akan berpengaruh terhadap elektabilitas partai Gerindra," ujar Arief dalam keterangannya, Rabu (25/11).

Arief menyebut Prabowo seharusnya menekankan kepada para kader atau keluarganya untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan.


Arief Poyuono: UU Ciptaker Sudah Ditunggu Pencari Kerja dan Investor

"Contoh saja izin ekspor lobster banyak yang diberi izin kepada perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan kader Gerindra dan keluarga. Tapi nyata justru mendiamkan saja dan bisu seribu bahasa," jelasnya.

Dia menambahkan, Prabowo selaku Ketua Umum Partai Gerinda harus bertanggung jawab kepada masyarakat yang telah memercayai partainya. Sebab, Prabowo dinilai tidak mampu menjaga disiplin para kadernya.

"Atau jika Prabowo gentleman, dia harus mundur dari kabinet Jokowi - Maruf Amin serta mundur dari Gerindra," tegasnya.

Edhy Prabowo Dijaring KPK, Ini Kata Arief Poyuono

Halaman: 
Penulis : Iskandar