logo


Telepon Putin, Erdogan Minta Upaya Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh Libatkan Negara Lain

Presiden Turki Tayyip Erdogan menilai diperlukan keterlibatan negara lain dari luar kawasan dalam upaya penyelesaian konflik Nagorno-Karabakh

25 November 2020 18:30 WIB

Presiden Turki Recep Erdogan (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan)
Presiden Turki Recep Erdogan (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) Anadolu

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa dirinya telah menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin guna membahas mengenai kemungkinan peningkatan upaya untuk mempertahankan gencatan senjata Nagorno-Karabakh, salah satunya dengan melibatkan sejumlah negara dari luar kawasan.

Perjanjian gencatan senjata itu sendiri telah ditandatangani pada 10 November dan berhasil menghentikan baku tembak antara militer Azerbaijan dan Armenia di Nagorno-Karabakh.

Turki dan Rusia juga telah sepakat untuk bekerja sama dalam pengawasan gencatan senjata di kawasan tersebut dengan menerjunkan pasukan militer mereka ke dalam zona konflik.


Joe Biden Bertekad Perkuat Aliansi AS di Asia Pasifik

"Progres implementasi kesepakatan (gencatan senjata) yang terekam dalam pernyataan Presiden Rusia, Azerbaijan dan Perdana Menteri Armenia, terkait Nagorno-Karabakh pada 9 November telah dibahas secara detail (oleh Erdogan dan Putin) untuk semua aspek," kata kantor Kepresidenan Rusia dalam sebuah pernyataan, dikutip Sputnik News.

Sementara itu, kantor Kepresidenan Turki mengatakan bahwa kedua presiden juga membahas mengenai pembentukan sebuah kantor pusat gabungan untuk melakukan pengawasan di kawasan Nagorno-Karabakh.

"Presiden kami mengatakan dalam percakapan telepon dengan Putin bahwa untuk memastikan adanya solusi atas krisis di Karabakh dan stabilitas di kawasan, sangat perlu dibangun sebuah pusat monitoring gabungan, yang akan dibentuk bersama dengan Rusia," kata pemerintah Turki.

Menlu Korsel Minta Negara-negara di Asia Tengah Dukung Perdamaian Seoul-Pyongyang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia